Kepada Korankaltim.com Rabu (23/5/2023) pagi ini, Agus menjelaskan rencana pemberian bonus itu kepada 25 atlet dan 5 pelatih terutama mereka yang meraih medali baik emas, perak maupun perunggu.
“Saya dapat perintah dari pimpinan (gubernur) untuk memberikan bonus kepada atlet dan pelatih Kaltim yang baru pulang dari Kamboja,” ujar Agus.
Atas instruksi dari gubernur itu, Agus pun bersiap menyusun standar dan kajian jumlah bonus yang akan diberikan baik untuk atlet perorangan maupun beregu, “Masih disusun, dikaji bersama antara pemprov, Dispora dan KONI Kaltim. Yang pasti semua dapat bonus,” tegas Agus.
Karena masih dikaji bersama, maka Agus belum bisa memastikan berapa besaran bonus yang akan diberikan kepada atlet dan pelatih tersebut termasuk kapan waktu pemberian bonus dilakukan.
Secara terbuka Agus menyatakan kalau Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan bonus sebagai bentuk apresiasi kepada atlet dan pelatih yang sudah berjuang mengharumkan tak hanya nama Indonesia tapi juga nama daerah di tingkat internasional khususnya Asia Tenggara. “Pemprov Kaltim itu baik, mau memberikan apresiasi dan itu juga bentuk balas budi kepada mereka yang sudah berjuang mengangkat nama Indonesia dan nama daerah,” papar Agus.
Pada gelaran SEA Games ke-32 di Kamboja, atlet dari Benua Etam menyumbang 8 medali emas, 4 perak dan 5 perunggu untuk Indonesia, dengan rincian cabang olahraga beregu yaitu sepak bola dan kriket satu emas, dayung dua emas, cabang olahraga perorangan yaitu gulat tiga emas serta pencak silat satu emas.
Empat perak diraih masing-masing atlet dari cabang olahraga beregu yaitu kriket dan dua dari gulat sementara medali perunggu dari cabang olahraga beregu yaitu dua dari hoki, dua dari gulat dan satu dari atlet lari halang rintang atau obstacle race.
Atlet Kalimantan Timur yang membela Merah Putih ini berasal dari Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Kutai Barat dan Penajam Paser Utara.
Editor: Aspian Nur