Setelah kontingen Samarinda, kali ini kontingen Kutai Barat yang mengeluhkan terkait belum keluarnya bonus yang jadi hak mereka tersebut.
Ironisnya, bonus yang belum dibayarkan kepada mereka tak hanya untuk Porprov VII tapi juga pada pelaksanaan pesta olahraga multievent empat tahunan itu saat berlangsung di Kutai Timur dalam Porprov VI tahun 2020 lalu.
"Ini pekerjaan rumah besar untuk Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) terkait masalah penghargaan bonus ini untuk atlet-atlet berprestasi. Kami juga masih ada ada utang bonus sejak tahun 2020," ungkap Kepala Dispora Kutai Barat Gamas Laden kepada Korankaltim.com Senin (8/5/2023) hari ini.
Hampir di setiap rapat dan pengajuan anggaran masalah utang bonus atlet ini selalu diperjuangkan Dispora. Bahkan melalui rapat dengan DPRD Kutai Barat juga sudah dilakukan, namun hingga kini belum terealisasi.
"Kami selalu berjuang untuk pembayaran bonus ini, tapi belum goal. Kami kasihan dengan Atlet- atlet yang sudah berjuang mengangkat nama Kutai Barat," kata Gamas lagi.
Rasa kecewa juga diungkapkan atlet berprestasi yang merasa mereka sudah memberikan yang terbaik tapi minim apresiasi.
"Kecewa dan lelah menunggu bonus yang dijanjikan, apa yang kami lakukan untuk Kutai Barat sepertinya tidak ada arti, padahal karena cinta kami kepada kabuapten ini kami tetap setia membela dan membawa nama Kutai Barat di setiap ajang olahraga," ungkap satu atlet berprestasi yang meminta namanya tak ditulis.
Korankaltim.com mencoba mencari tahu terkait hal ini kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Timur namun belum ada pihak yang bisa di konfirmasi.
Editor: Aspian Nur