Kepada Korankaltim.com, Wakil Direktur Teknik DBON Kalimantan Timur Sugeng Mochdar menjelaskan hal tersebut. “Di SKOI ada beberapa cabang olahraga yang masuk di DBON, karena tim ahli DBON dari Kemenpora ada di Samarinda mereka ingin melihat dari dekat bagaimana aktivitas atlet di sekolah tersebut,” ujar Sugeng.
Selain ingin mengetahui bagaimana program yang dijalankan di SKOI, ketiga tim ahli tersebut juga akan melihat sarana prasarana (sarpras) di tempat tersebut. “Mereka akan mengambil data sarpras khusus atlet dari cabang olahraga DBON yang ada di SKOI,” kata Sugeng lagi.
Sehari sebelumnya pada Senin (10/4/2023) kemarin, tim ahli DBON dari Kemenpora tersebut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Konsultasi Penyusunan Road Map Desain Olahraga Daerah (DOD) yang berlangsung Ballroom Lantai 10 Hotel Selyca Mulia Jalan Bhayangkara.
Penanggungjawab Rakor dan Konsultasi, Zairin Zain didampingi Ketua Tim Kerja Pendampingan Tim Ahli Penyusunan DOD DBON Kaltim Luri Saksono dan Sugeng Mochdar menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi yang berlangsung bulan Maret lalu di Kantor Gubernur Kaltim.
“Rakor dilaksanakan untuk mengambil data penyusunan road map DOD yang akan dijadikan panduan atau guidance program DBON di Kalimantan Timur,” jelas Zairin yang juga Kepala Sekretariat DBON Kaltim. “Nantinya DOD ini jadi produk hukum dan kebijakan daerah dalam program kerja DBON di seluruh kota dan kabupaten,” imbuhnya.
DOD bakal jadi peraturan gubernur (Pergub) dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang otomati juga jadi kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimnatan Timur untuk melaksanakan peningkatan sumber daya manusia (SDM) bidang keolahragaan. “Dari situ diharapkan Kaltim bisa jadi penopang prestasi olahraga nasional,” jelas Zairin.
Hadir pada kegiatan sosialiasi tersebut perwakilan dari 14 cabang olahrga yang dinaungi DBON yaitu bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, dayung, senam artistic dan pencak silat, tiga cabang olahraga unggulan yaitu sepak bola, bola basket dan bola voli, satu perwakilan National Paralympic Committee (NPC), empat dari olahraga industry, perwakilan dari Dispora Kutai Kartanegara karena di kabupaten tersebut akan dibangun Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) Kaltim, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) , Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (Bapomi), Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) dan Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (Isori)
“Kegiatan tidak hanya sampai di rakor, ada tahapan lagi karena ini baru pengambilan data, selanjutnya dianalisa, diuji public oleh stake holder olahraga, masyarakat dan unsur lainnya. Uji public akan dilakukan di Perguruan Tinggi dari tiga kota,” Sugeng Mochdar menambahkan.
Setelahnya ada revisi dari data yang ada, disampaikan ke rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) , DPRD dan unsur masyarakat, kemudian diplenokan dan terakhir bisa jadi panduan sesuai misi DBON menuju prestasi olahraga Indonesia tahun 2045,” pungkas Sugeng
Editor: Aspian Nur