Kesukses ini tentu saja berkat dukungan semua pihak terhadap squash Kukar, khususnya Bupati Kukar Edi Damansyah, Ketua KONI Kukar Rahman, hingga Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni. Mulai dari sarana dan prasarana pendukung squash, hingga anggaran dan dorongan moril. Sehingga atlet squash Kukar bisa memberikan prestasi terbaiknya di Berau.
“Raihan ini sudah sesuai target yang kami berikan ke KONI Kukar. Target ini sangat realistis terlepas kabupaten kota lain persiapannya tidak maksimal. Squash Kukar sangat siap menghadapi Porprov kali ini. Hanya Kukar yang menggelar TC untuk menghadapi Porprov,” ujar Vika.
“(Prestasi) Ini semua tidak terlepas dari dukungan maksimal semua pihak, khususnya bapak Bupati Kukar yang selalu membakar semangat kami di berbagai kesempatan. Termasuk ketua KONI Kukar bersama jajarannya, baik di TC, peralatan latihan dan tanding, hingga di pelaksanaan Porprov pun fasilitas dan pelayanan yang kami dapatkan paling terbaik. Jauh sebelum Porprov dimulai kita tidak dipusingkan masalah anggaran, sehingga kami fokus pada prestasi,” lanjutnya.
Menurut Vika, prestasi ini mengulang sukses 12 tahun lalu, tepatnya Porprov Kaltim edisi IV pada 2010 lalu, dimana saat itu event dua tahunan ini digelar di empat kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah. Bontang, Balikpapan, Samarinda dan Kutim.
“Terakhir kami juara umum tahun 2010, saat itu masih zamannya Ibu Rita Widyasari, 12 tahun baru kami juara umum lagi,” kata Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Kukar, Vika Maizara Dewi.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi