Capaian prestasi ini tentu sangat membanggakan karena turnamen ini diikuti 350 atlet yang berasal dari 15 negara diantaranya Singapura, Australia, Malaysia, Thailand, Philippina, Taiwan, Jepang, Amerika, India, Belanda juga Indonesia dan negara lainnya.
Ketua Pengurus Kabupaten Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kutai Kartanegara Hj Nurul Huda mengatakan, prestasi ini mampu diraih berkat semangat juang pantang menyerah dan kegigihan para atlet dalam berlatih selama ini, meskipun dari segi dukungan materi belum ada dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah.
"Murni swadaya mandiri dari IPF Kukar. Alhamdulillah Kutai Kartanegara mampu membawa nama Indonesia dalam kejuaraan dunia ini walaupun biaya mandiri. Semangat kawan-kawan yang ikut dalam kejuaraan WPC ini sangat luar biasa," ujar Nurul kepada Korankaltim.com, Selasa (27/9/2022) pagi tadi.
Selain menjadi atlet, Nurul juga berkesempatan mengikuti pelatihan pelatih internasional usai kejuaraan pada Minggu (25/9/2022) lalu. Dirinya bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena selain menjadi ajang silaturahmi bersama para atlet dan pelatih dari negara luar juga memperoleh pengalaman belajar dari negara luar yang mempunyai teknik dan tipe permainan yang berbeda serta mampu mengasah kemampuan dari pelatihan yang sudah dilakukan.
Materi pelatihan diberikan dua pelatih berpengalaman asal Australia yakni Benjamin Hockin dan Matthew Monty diikuti 19 peserta," sebut Nurul.
Meskipun menggunakan dana mandiri dan pribadi, IPF Kukar didukung pemerhati olahraga sekaligus tokoh masyarakat asal Kota Tenggarong juga tetap memberikan bonus uang pembinaan kepada atlet asal Kukar yang meraih juara 3 pada ajang WPC ini.
"Empat atlet Kutai Kartanegara yang meraih medali juara tiga WPC kami beri apresiasi tinggi dengan pemberian bonus berupa uang pembinaan, bonus ini selain dari dana pribadi kami juga turut dibantu Haji Misran Banau, beliau pemerhati olahraga pickleball," tutup Nurul.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur