Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni kepada Korankaltim.com menjelaskan rencana digelarnya lomba tersebut. “KTRS 2022 jadi ajan perdana, rencana kami gelar 30 Oktober di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang,” kata Ali Senin (19/9/2022) siang tadi.
Untuk bisa mensukseskan gelaran perdana ini, Dispora akan berkolaborasi dengan tiga komunitas partner yakni Free Runner Tenggarong (FRT), Pelandok Run Trail dan Batu Ampar Run Trail sementara Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kutai Kartanegara memastikan siap memberikan dukungan penuh.
Ketua Umum ALTI Kukar Firnadi Ikhsan mengatakan, kegiatan ini akan memberikan nuansa baru dan alternatif untuk olahraga lari dan mereka berterima kasih kepada Dispora yang menggelar ajang ini.
"Tidak hanya lari di trek yang disiapkan jalan raya pada umumnya, di KTRS 2022 nanti peserta juga bisa berolahraga sambil menikmati keindahan persawahan, perkebunan dan pegunungan. Harapan akhirnya tentu bisa berdampak bagi perekonomian masyarakat sekitar," kata Firnadi.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana KTRS 2022, Ariadi Duta Pratama menyebutkan, target peserta sebanyak 300 sampai 400 orang se-Kalimantan Timur. Tujuannya juga untuk mencari bibit-bibit potensial yang bisa membela Kukar pada olahraga lari trail dibawah naungan ALTI.
"Akan ada seleksi daerah dan kejuaraan nasional dalam waktu dekat dan tahun depan ada kejuaraan di Semarang, jadi ini kesempatan menyeleksi siapa atlet terbaik untuk mewakili ALTI Kukar," kata Ariadi.
KTRS 2022 dibagi menjadi dua kelas, kelas 5K dan 10K dan rute yang dilewati cukup menantang, yakni areal persawahan, perkebunan, perbukitan, wisata air terjun Batu Ampar hingga pengolahan gula merah asli Desa Loa Raya.
"KTRS 2022 di Desa Loa Raya sendiri bakal menjadi awal. Kedepan akan ada trek-trek baru, lintasan lari di alam pada beberapa tempat di Kutai Kartanegara, seperti di Kecamatan Anggana, Kota Bangun tepatnya di Desa Kedang Ipil dan tempat potensial lainnya," pungkas Ariadi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur