"Saya diamanati ketua Binpres pak Alfon untuk menghandel kegiatan ini salah satunya tes fisik hari ini sampai besok hari sabtu. Jumlah peserta yang mengikuti TC Mandiri atlet yang mengikuti medali PON jadi ada 30 cabor," ujar Yogi.
Tes fisik ini bertujuan untuk melihat hasil latihan atlet selama kurun waktu Januari-Juli 2022. Lantaran selama menjalankan TC Mandiri para atlet diberikan fasilitas oleh KONI Kaltim berupa uang pelatihan dan fasilitas olahraga. Oleh karenanya tes fisik ini menjadi tolak ukur hasil latihan atlet guna menjadi pertimbangan promosi degradasi atlet dalam menatap PON 2024 mendatang.
"Tujuannya untuk melihat kebugaran atlet, fisiknya selama januari-juli karena monitoring kita salah satunya tes fisik yang bisa koni lakukan. Yang jelas bugar ke atas karena sudah difasilitasi maka ini untuk meninjau latihannya rutin atau tidak. Mengevaluasi karena nanti ada promosi degradasi jadi salah satunya melalui tes fisiknya," jelasnya.
Selanjutnya Yogi menjelaskan seluruh atlet yang melakukan TC mandiri di setiap daerah dikumpulkan menjadi satu di Samarinda untuk mengefisiensikan waktu dan anggaran untuk tes fisik tersebut.
Kemudian tes fisik ini juga sebagai bentuk evaluasi atlet, bagaimana ia bisa mengimplemantasikan latihan berdasarkan program yang diberikan oleh cabor dan pelatih.
"Sebagian besar ada di Samarinda, Balikpapan, Kukar. Tapi semuanya harus dilaksanakan di Samarinda untuk efisiensi. Yang jelas kita akan mengevaluasi yang jelas mereka harus berlatih sesuai dengan cabornya dan program cabornya," pungkasnya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah