Peringkat pertama masih menjadi milik tuan rumah dengan 206 medali emas, 123 perak dan 111 perunggu dengan total 439 medali. Sementara peringkat dua dipegang oleh Thailand dengan 92 emas, 101 perak, 134 perunggu dengan 326 medali.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet yang sudah berjuang di lapangan, Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, tim CdM, tim review, NOC Indonesia, KONI dan seluruh stakeholder olahraga yang terkait.
Menurut Amali, keberhasilan Indonesia masuk tiga besar di SEA Games 2021 Vietnam berkat kerja keras semua pihak, khususnya para atlet. Dan ini menjadi bukti Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sudah berjalan di trek yang benar.
"Dibandingkan SEA Games Filipina sebelumnya, dari sisi jumlah keberangkatan atlet sudah berbeda. Kalau di Filipina sekitar 800 lebih atlet, SEA Games 2021 Vietnam kali ini, hampir separuh lebih sedikit atlet yang berangkat, tapi alhamdulilah medali yang kita raih sudah memenuhi harapan dan kita berhasil masuk tiga besar," ujar Amali dilansir dari laman Kemenpora.go.id Senin (23/5/2022) hari ini.
Ke depan Menpora akan menggunakan cara dan sistem yang sama dalam keberangkatan atlet, bahkan akan lebih ketat lagi. Tahun 2023 sendiri akan ada Asian Games dan SEA Games Kamboja.
"Hasil ini menurut saya belum berhasil, karena tantangan ke depan jauh lebih berat. Target utama adalah Olimpiade, untuk menuju kesana harus mulai dari sekarang perubahan paradigma olahraga Indonesia," ujar Amali lagi.
Kalau perubahan paradigma baru olahraga konsisten dijalankan dengan baik target Olimpiade 2044 menuju Indonesia Emas tahun 2045, Indonesia akan masuk 5 besar dunia. "Saya yakin Indonesia bisa menembus 5 besar dunia, jika kita konsisten dengan perubahan paradigma baru olahraga," tegas Amali.
Indonesia mengikuti pertandingan dalam 32 dari 40 cabang olahraga.
Dalam pesta olahraga Asia Tenggara edisi ke-31 ini kontingen Merah Putih mengirimkan 499 atlet dari 32 cabang olahraga. Dari 32 cabang olahraga yang diikuti tersebut, tiga di antaranya menjadi juara umum. Ketiganya adalah menembak, panahan dan voli. Adapun satu cabang olahraga tidak berhasil menyumbang medali yakni anggar.
Menembak menjadi cabang olahraga yang paling banyak menyumbang medali dengan 8 emas, 6 perak, dan 2 perunggu. Ini jauh melampaui target tiga emas yang dicanangkan Perbakin sebelum berangkat ke Vietnam.
Cabang olahraga lain yang menjadi juara umum adalah panahan dengan torehan 5 emas dan 1 perak. Sama seperti Perbakin, target yang dicanangkan Perpani untuk mendulang 4 emas berhasil dilampaui.
Cabang olahraga ketiga yang menjadi juara umum adalah voli, dengan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Ini menjadi kejutan, sebab awalnya PBVSI hanya mematok target dua emas dari nomor indoor dan pantai.
Selain anggar dimana empat atletnya tak meraih medali, cabang olahraga atletik, renang dan pencak silat tampil kedodoran menghadapi persaingan di Asia Tenggara.
Editor: Aspian Nur