“Seluruh pemain sudah mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, bahkan sejak awal kompetisi ini bergulir. Kami jadi wakil Kaltim itu menjadi kebanggaan untuk tim ini,” ujar Jaka, sapaan akrab Jakaria.
Tim sepakbola wanita Samarinda jadi wakil Kaltim ke pentas nasional setelah di tingkat regional mengalahkan anak asuh Eddy Simon Badawi di tim Kutai Barat 2-0.
Aulia, Jasella, Serli, Mutiara, Jessica, Juju, Karni dan pemain lainnya lolos ke 16 Besar bergabung di Grup C bersama Lampung, Sulawesi Selatan, Bengkulu dan Papua Barat, bercokol sebagai juara grup meraih tiga kemenangan dan sekali imbang, lolos ke 8 Besar namun dikalahkan Bangka Belitung 0-2 di Lapangan Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Persiapan tim sepakbola putri Kaltim tidak terlalu banyak karena terganggu wabah Covid-19 dan virus Omicron. Setelah juara regional latihan tetap berjalan, namun dihentikan karena tidak ada kejelasan kapan Babak 16 berlangsung.
“Terus terang persiapan tim cukup minim, hanya satu pekan jelang babak berikutnya bergulir karena tidak ada kepastian imbas Omicron. Begitu diinformasikan babak 16 Besar yang diikuti wakil dari 19 provinsi di Indonesia, dimainkan di Bandung kami langsung persiapan, tanggal 17 Maret berangkat tanggal 18 Maret besoknya sudah bertanding,” ungkap Jaka.
Kekalahan dari Babel di perempatfinal dianggap wajar, karena lawan bermaterikan 80 persen pemain timnas putri Indonesia yang bertanding pada Piala Asia Wanita 2022 di India Januari lalu.
Saat bertanding melawan Babel, lima pemain Kaltim cedera, tiga pemain dipaksa tetap bermain, dua pemain diganti sebelum babak pertama berakhir sehingga di babak kedua Kaltim sudah kehabisan jatah pergantian pemain.
“Kami minim pengalaman sementara lawan yang dihadapi materi timnas dan terbiasa bermain di cuaca panas, bertanding jam 10 pagi, banyak pemain kami cedera, setelah pertandingan di ruang ganti semua hanya bisa terbaring karena kelelahan,” ungkap Jaka.
Kehilangan satu pemain utama yaitu Citra, membuat kekuatan Kaltim berkurang. Citra yang saat fase penyisihan regional Kaltim memperkuat Samarinda namun setelah lolos ke-16 Besar bergabung dengan tim Jawa Timur yang diwakili Arema putri.
“Sebelum Covid-19 Citra sebenarnya memperkuat tim putri Persebaya, tapi tahun ini dikontrak Arema putri, mungkin karena sudah dikontrak itu dia akhirnya memperkuat Jawa Timur,” paparnya.
Setelah berlaga di 8 Besar Piala Pertiwi 2022, tim sepakbola putri Kaltim akan bersiap menghadapi perhelatan nasional lainnya, PON XXI di Aceh-Sumatera Utara tahun 2024 mendatang.
Saat ini tim sepakbola putri Kaltim bermaterikan pemain 90 persen dari Samarinda, pemain lain berasal dari Balikpapan, Kutai Barat dan Kutai Kartanegara
“Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait agar tim ini bisa terus berkiprah di tingkat nasional, karena terus terang tim ini nyaris gagal berangkat ke Bandung karena tidak ada anggaran dan tidak ada manajer, kami bersyukur karena Pak Jaka yang orang Berau mau membiayai keberangkatan dan jadi manajer tim sehingga kami bisa tampil dan lolos sampai ke babak 8 Besar,” Rully Padengke memungkasi.
Editor: Aspian Nur