“Satu kontingen ada 25 atlet yang terbagi beberapa dojo. Kejurprov kemarin kita ikuti 21 kelas, Alhamdulillah atlet kita meraih medali lima emas, dua perak dan tujuh perunggu, kita berada di posisi ketiga,” katanya kepada korankaltim.com, Selasa (18/1/2022).
Paryono yang merupakan mantan atlet Jujitsu Kukar pemilik 3 DAN dalam tingkatan sabuk Jujitsu ini menyebutkan, Kejurprov kemarin merupakan ajang pemanasan untuk mengikuti Porprov Berau mendatang. Pihaknya optimis di Porprov Berau mendatang, Jujitsu Kukar mampu berbicara banyak dalam perolehan medali. "Cukup menjanjikan potensi atlet yang kita miliki, bahkan sebelum Kejurprov yang di Bontang kemarin, pada kejuraan daerah sebelumnya, Kukar malah juara umum,” sebutnya.
“Untuk kelas yang akan diikuti oleh Jujitsu Kukar pada perhelatan Porprov Berau mendatang sebanyak 21 kelas dengan rincian kelas newaza putra putri sebanyak 11 kelas, dan kelas fighting system putra putri 10 kelas,” imbuh Paryono.
Tak hanya memiliki potensi atlet yang luar biasa berprestasi, Jujitsu Kukar dalam Kejurprov Bontang kemarin juga mendapatkan penghargaan. Dua wasit asal Kukar meraih penghargaan wasit terbaik.
“Jujitsu ini banyak atlet dan semua atlet kita adalah asli putra daerah, namun memang selama ini kita kekurangan sarana prasarana olahraga. Justru Jujitsu Kukar ini maju dan berkembang di kecamatan-kecamatan, kami ada di Tenggarong Seberang, Loa Janan, Kenohan dan Sebulu,” tegasnya.
Total atlet Jujitsu Kukar ada 32 orang dengan 15 pelatih yang tersertifikasi secara resmi. Setiap pekannya rutin berlatih selama dua kali, intens latihan diperbanyak yakni hingga empat kali latihan setiap pekan jika akan mengikuti kejuaraan multi event. “Harapannya pada RAT KONI Kukar tahun ini, Jujitsu Kukar bisa masuk dan diterima menjadi anggota KONI Kukar,” demikian Paryono.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan