Budi tak menjelaskan alasan lolosnya para atlet tersebut dari tempat karantina. Namun, ia memerinci bahwa ketujuh atlet tersebut berasal dari Tarakan, Kalimantan Utara, sebanyak satu orang; Jambi dua orang; Sidoarjo, Jawa Timur, sebanyak tiga orang; dan satu atlet lainnya asal Yogyakarta.
Ia meminta agar para atlet yang tak disebut namanya itu menjalani isolasi mandiri di daerah asal. "Atas arahan Presiden kepada para atlet yang keburu kembali ke tempat asalnya sebelum isolasinya selesai, segera dikarantina atau diisolasi di tempat kedatangan," kata Budi.
Kendati demikian, Budi tidak menjelaskan mengenai alasan lolosnya para atlet tersebut dari tempat karantina.
Budi mengungkapkan, per Senin (11/10), total kasus positif Covid-19 pada perhelatan PON XX Papua mencapai 83 kasus. Jumlah itu bertambah dari data per Ahad (10/10) yang sebanyak 65 kasus. Adapun berdasarkan data Satgas Covid-19 Papua, total kasus positif di PON XX Papua sebanyak 82 kasus per Senin pukul 14.00.
Menurut Budi, kasus Covid-19 paling banyak ditemukan dari atlet yang berlaga di cabang olahraga judo, kriket, sepatu roda, motorcross, dan panahan. "Memang terjadi konsentrasi di sejumlah cabor tersebut," katanya.
Terus bertambahnya kasus Covid-19 di PON Papua ditengarai karena para atlet tidur dalam satu kamar yang ditempati lebih dari dua orang. Menurut pengamatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Budi menyebut, kamar atlet di tempat penginapan diisi sekitar empat orang.
Penyebab lainnya adalah kegiatan makan bersama yang dilakukan para atlet dan ofisial. Budi menyatakan akan menjadikan sejumlah hal tersebut sebagai catatan perbaikan untuk penyelenggaraan kegiatan besar.
"Selain itu, kami amati disiplin menjalankan protokol kesehatan juga masih bisa ditingkatkan dengan memberikan wewenang yang lebih besar kepada Satgas Covid-19 di daerah," kata Budi.
Budi menyatakan Kemenkes sedang menyiapkan "patokan" untuk menerapkan protokol kesehatan di ajang olahraga untuk mencegah penyebaran Covid-19. Menurut dia, hal ini sangat penting karena akan ada banyak ajang kejuaraan yang akan diselenggarakan di Tanah Air setelah PON XX Papua dilaksanakan.
Hal pertama yang akan dilakukan pemerintah adalah memberikan kewenangan kepada Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk menerapkan protokol kesehatan ketat demi mencegah penyebaran virus. Kedua, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, semua asrama maupun tempat tinggal para atlet dijaga agar penerapan jaga jarak diperhatikan saat tidur atau makan.
Kemudian, penerapan jaga jarak di tempat tinggal atlet menjadi hal yang mutlak. Hal lain yang perlu dilakukan adalah secara rutin menggelar tes PCR secara acak terhadap para atlet maupun ofisial pada masa pertandingan sehingga identifikasi bisa dilakukan dengan cepat.
Terakhir, yaitu mengenai kesiapan ruang isolasi. Ia menekankan, ruang karantina terpusat harus selalu siap dan tersedia agar jika ada orang yang terkonfirmasi kasus Covid-19 bisa langsung diisolasi. "Atau kalau kemudian orang mau pulang ditempatkan di sana (ruang isolasi)," ujarnya.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Silwanus Sumule mengaku tak tahu mengenai adanya atlet PON XX Papua yang terkonfirmasi Covid-19 keluar dari tempat karantina sebelum menyelesaikan masa isolasi. "Info dari mana ya? Saya coba cari info tersebut," kata Silwanus ketika dikonfirmasi Republika.
Hingga berita ini dimuat, Silwanus belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut terkait hal tersebut.
Editor : Bambang Irawan
Berita ini sudah tayang di republika.co.id hari Selasa 12 Oktober 2021 dengan judul : Tujuh Atlet PON Kabur dari Tempat Karantina