Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltim Teddy Abay mengatakan lomba hari ini merupakan hari kedua.
"Lomba pertama hari Minggu kemarin, serie pertama putra. Ada lima kelas yang diikuti Kaltim kemarin, untuk series kedua putri ada 4 kelas, jadi total kami mengikuti 9 kelas dari 15 kelas yang dilombakan," kata Teddy.
"Dari 5 kelas yang diikuti tim putra, Kaltim masih dalam zona medali dan hingga hari kedua ini sudah ada 6 race, itu ada 1 kelas ranking 1, dua kelas ranking 2, 1 kelas ranking 3 dan 1 kelas ranking 4," paparnya.
Lomba hari kedua baru berjalan 50 persen perjalanan, sedangkan 50 persen lagi masih berlangsung. "PON di Papua ini memiliki tantangan yang berbeda, khususnya layar, karena angin berbeda mutlak dengan di Kaltim," sebut Teddy lagi.
Namun itu tidak jadi alasan, pasalnya tim Kaltim pun telah datang lebih awal beradaptasi dengan venue. "Kami datang lebih awal dan sudah mempelajari anginnya," ungkap Teddy.
Tuan rumah Papua diakuinya menjadi rival utama. "Iya, apalagi peralatan mereka semua brand news, tetapi mungkin karena mereka tuan rumah, ya wajar saja. Tetapi, kami akan berjuang sampai titik akhir, yang jelas dari 5 kelas ini, kalau dilihat satu emas sudah ditangan dan ada dua emas lagi yang harus fight untuk mendapatkannya," papar Teddy.
Target layar di PON ini minimal dari 5 kelas putra ada dua medali emas. "Mudahan bisa dua emas dari putra, tetapi kembali lagi ke alam, karena kondisi itusangat berpengaruh," jelas Teddy.
Sedangkan di 4 kelas putri yang baru akan dipertandingkan 8 Oktober hari Jumat nanti, medali emas bisa diperoleh dari 4 kelas, yang mana memang beberapa atletnya sudah berpengalaman bertanding di ajang Asia.
"Mereka semua ya tidak diragukan lagi, hanya tinggal praktek dilapangan dan faktor alamanya. Paling tidak layar bisa kumpulkan 5-6 medali emas untuk Kaltim," tutup Teddy.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur