Rifanda Huda, pria kelahiran Kabupaten Paser, 27 tahun lalu ini, sejak 2017 bertugas di Lapas Tenggarong sebagai JFU Pengelolaan Pembinaan Kepribadian.
"Saya sangat bangga ada petugas kami terpilih mewakili Kaltim ke PON Papua," kata Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto, Senin (4/10/2021) hari ini kepada Korankaltim.com.
Pria atletis yang biasa dipanggil Panda oleh rekan kerjanya ini mengungkapkan PON Papua adalah yang ketiga baginya. "Target saya tentu saja meraih emas di kelas over 87 kilogram, dan bisa membuka jalan ke Olimpiade Paris tahun 2024 mendatang," kata Panda dihubungi terpisah melalui telepon.
Suami dari Shinta Noor Fahmi ini sudah menggeluti taekwondo sejak Sekolah Dasar dan dua kali berkesempatan mengikuti training center di Negeri Ginseng, Korea Selatan.
Dimata rekan kerjanya, Panda petugas yang ulet dan sabar. "Walau perawakannya atletis, dia tipe pria yang humanis dan suka bercanda serta disiplin dalam bekerja," ungkap Kasi Binapi, Ahmad Harnadi.
Ayah dari Asyifa Zulaikha Huda itu selain pemegang sabuk hitam taekwondo juga menjadi pembina Lapas Band dan sanggar tari yang seluruh anggotanya adalah warga binaan pemasyarakatan.
"Di PON kali ini tantangannya selain di pertandingan, kami harus tetap jalani prokes karena masih di masa pandemi," ujar Panda.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur