"Jangan sampai dana-dana CSR itu dipergunakan tidak tepat untuk mengurangi pajak saja. Harus didorong kepada pembinaan olahraga," ujar Bamsoet dikutip dari laman resmi Kemenpora.go.id.
Namun demikian, Bamsoet menilai harus ada aturan yang mengatur terkait hal tersebut misalnya Peraturan Presiden, Peraturan Pemerintah atau Ketetapan Menteri Keuangan maka akan dapat membantu
"Dengan ketetapan Presiden atau Perpres dana-dana itu untuk pembinaan olahraga, saya kira ini juga membantu meringankan beban APBN," paparnya. Bamsoet secara terbuka memuji Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali yang dinilai sudah berkontribusi banyak memajukan olahraga di Tanah Air.
Salah satunya yakni meroketnya prestasi tim Merah Putih di ajang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo. “Olahraga ini sangat penting. Dibawah Pak Menpora Amali kita berhasil meroketkan olahraga hingga ke internasional, seperti cabang olahraga bulu tangkis, angkat besi dan lainnya,” kata Bamsoet.
Bamsoet menilai, olahraga nasional ini perlu didukung oleh semua stakeholder. Pihak swasta juga diminta turut mendukung perkembangan maupun pembinaan olahraga. Sehingga, pembinaan olahraga di Tanah Air bisa berjalan dengan baik.
“Mudah-mudahan ini bisa diperjuangkan. Harus ada perusahan-perusahaan yang ikut membina olahraga. Saya kira ini harus bisa kerja sama, dan pak Menpora bisa berkoordinasi sehingga pembinaan olahraga kita semakin bagus,” harap Bamsoet.
Amali sendiri sepakat dengan usulan Bamsoet kalau sebagian dana-dana CSR perusahaan swasta maupun BUMN dialokasikan untuk pembinaan olahraga. Meski demikian saat ini hal tersebut terkendala dengan regulasi yang ada.
"Kami berharapnya begitu, cuma ada hambatan di undang-undang tentang CSR. Itu dulu di tahun-tahun 80-an itu kan masih bisa untuk olahraga. Sekarang ini nggak boleh untuk olahraga," ungkap Amali.
Namun Amali menjelaskan dirinya bersama Menteri BUMN Erick Thohir sudah melakukan pembicaraan agar setiap cabang olahraga agar dicarikan bapak angkat (penanggungjawab pembinaan). "Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri BUMN setiap cabor dicarikan bapak angkat," sebut Amali.
Editor: Aspian Nur