“Setelah menjalani program latihan beberapa bulan ini, baik fisik maupun teknik, sesuai arahan KONI Kaltim dan konsultan, kami melakukan try out, dengan uji tanding bersama dengan tim Bali,” sambungnya.
Alasan dipilihnya Bali tempat menggela uji coba, lanjut kata Thomas, karena banyak tim yang berkumpul seperti DKI Jakarta, Jayapura dan Jawa Tengah (Jateng). Tetapi, karena terkendala PPKM, sehingga pihaknya mengaku agak terlambat.
“Iya, kemarin ada tiga tim itu, tetapi selain uji coba dengan tim Bali, kebetulan ada tim pelatnas di sana, jadi kami uji tanding sama mereka juga,” terangnya.
Di situ juga atlet Kaltim mendapatkan arahan pelatih pelatnas. Masukan tersebut nantinya akan menjadi evaluasi saat kembali.
“Artinya, apa yang masih menjadi kekurangan mereka, akan diperbaiki. Itu, yang akan kami asah terus,” ujarnya.
Kedua atlet dengan didampingi satu pelatih tersebut nantinya diagendakan akan kembali pada Jumat (27/8), besok.
“Setelah pulang akan dilakukan evaluasi, hasil dari uji coba disana (Bali, Red.). Setelah itu, September mereka sudah tidak ada lagi kontak fisik, untuk menghindari cedera, tetapi maintanance, karena Oktober awal mereka sudah siap tempur,” bebernya.
Saat disinggu terkait peta kekuatan, Thomas mengaku ada tiga daerah yang memang perlu diwaspadai di PON mendatang yakni Lampung, DKI Jakarta dan Jawa Timur (Jatim).
“Karena ketiga daerah ini memiliki atlet pelatnas, ya tetapi sebenarnya atlet kami dengan mereka juga pernah saling mengalahkan, sehingga kans itu ada, mudah-mudahan bisa satu emas, itu harapan kami,” pungkasnya.
penulis : */Nancy
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Kamis tanggal 26 Agustus 2021