Di Samarinda ada nama tim Samarinda Old Stars, Galatua Perikanan, Voorfo FC dan Perseka Old Stars, sementara di Kutai Kartanegara berdiri Kukar Old Stars, Balikpapan punya Balikpapan All Stars, Bontang ada Bontang All Stars dan masih banyak tim galatua lainnya di Benua Etam.
Di dalam tim-tersebut terselip nama-nama mantan pemain yang pernah tenar, sebut saja Yance Katehokang di Samarinda Old Stars yang juga mantan pemain Putra Samarinda, mantan pemain PSM Makassar Baso Nyongko di Kukar Old Stars, mantan pemain Persiba Rahmin Sanjaya di Balikpapan All Stars dan nama popular lainnya. Melibatkan beberapa pemain muda juga dilakukan tim-tim tersebut.
“Keberadaan pemain galatua sebenarnya tak sekadar memiliki hobi yang sama sejak masih muda tapi bertujuan memberikan edukasi kepada pemain-pemain muda yang masih aktif di Kaltim kalau semangat tetap ada walau usia sudah tua. Semangat itulah yang harus dibawa oleh pesepakbola muda sekarang ini,” papar Sendya Ibanez, pemerhati sepakbola asal Samarinda kepada korankaltim.com.
Menurutnya, karena hobi yang sama dan keinginan untuk terus menjalin silaturahmi serta reuni dengan sahabat lama saat aktif bermain membuat tim-tim sepakbola galatua berdiri. “Sebagian besar tim-tim galatua berisi pemain yang dulu pernah satu tim saat masih aktif, itu membuktikan besarnya keinginan mereka untuk tetap menjaga tali silaturahmi,” ujar pria yang terlibat dalam pendirian Voorfo FC dan sudah ada sejak tahun 1987 atau 34 tahun silam ini.
Menggelar laga ekshibisi, trofeo (laga tiga tim) bahkan torneo (laga empat tim) yang semuanya melibakan tim galatua bahkan berlangsung hamper tiap pekan di Samarinda. “Dari situlah bisa dilihat bagaimana ikatan silaturahmi antarpemain masih erat. Mereka menggelar laga persahabatan agar tetap tahu kabar masing-masing, tak jarang berdonasi untuk rekan mereka yang sudah meninggal dunia. Jadi intinya kehadiran tim sepakbola galatua di Kaltim itu tak sekadar bermain bola, tapi banyak makna lain di dalamnya,” sebut Sendi, sapaan akrab Sendya Ibanez.
Sendi berharap pemain muda di Kaltim bisa belajar dari semangat dan rasa kebersamaan dari pemain galatua yang tak jarang dulu pernah satu tim namun harus berhadapan karena membela klub berbeda. “Sepakbola itu lawan di lapangan tapi di luar lapangan tetap bersahabat, bahkan sampai usia tak lagi muda. Menang kalah bukan tujuan utama, yang penting bisa berkumpul, bercerita dan tahu kabar masing-masing,” tutupnya. (*)
Editor: Aspian Nur