"Alhamdulillah saya diamanatkan sebagai ketua IODI Kukar, ini bukan suatu kebanggaan justru menjadi beban dalam kaitannya bagaimana dansa ini bisa tumbuh kembang di Kutai. Untuk atlet dansa sendiri jumlahnya tidak kurang, tinggal pembinaan intensif yang harus dilakukan pengurus. Seperti yang sering dikatakan Ketua Koni, jangan sampai Ketua Iodi tidak kenal dengan atlet-atletnya dan para atlet tidak kenal dengan pengurusnya, koordinasi ikatan ini yang terus kita lakukan," kata Misra Kamis (24/12/2020) hari ini.
Terpisah, Ketua KONI Kukar Rahman menegaskan, meskipun terbilang kurang familiar dengan masyarakat, olahraga dansa tetap harus diperhatikan tumbuh kembang nya. Pembinaan atlet tetap terus dilakukan terutama kepada kaum milenial sehingga Kukar kedepan memiliki atlet-atlet olahraga dansa yang mumpuni untuk bisa bersaing dalam perolehan medali pada multi event yang digelar.
"Memang dari 2010 terjadi kevakuman IODI, tapi setidaknya dengan kepengurusan yang baru ini bisa membawa olahraga dansa bisa berprestasi bisa mengharumkan nama Kutai Kartanegara," harap Maman, sapaan akrabnya.
Dari nomor-nomor lomba yang dipertandingkan pada olahrga dansa, sangat potensial untuk menarik minat bakat para generasi milenial era sekarang. "Ada chacha, sinkronisasi latin, sinkronisasi standar dan hip hop, nah ini mungkin yang bisa menarik para kaum milenial untuk bisa ikut ke dalam kategori atau nomor tanding di dansa tadi. Dan tidak menutup kemungkinan membuka kesempatan para pedansa Kukar go internasional, karena dansa di lombakan di SEA Games," pungkas Maman. (*)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor: Bambang Irawan