“Ini kesempatan daerah yang mengirimkan atlet untuk mendapatkan atlet terbaik sebelum berlaga di Porprov, disamping itu kejurprov ini juga seleksi bagi atlet senior persiapan ke kejurnas di Jakarta November mendatang. Untuk senior dipertandingkan 26 kelas,” sebut Sekum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim, Sumarlani.
PGSI Kaltim berharap nantinya akan banyak bermunculan bibit-bibit pegulat baik kadet maupun junior dari ajang ini untuk kemudian diberikan pembinaan jangka panjang menuju event-event yang levelnya lebih tinggi seperti Pra-PON dan PON setelah melalui Porprov.
“Pembinaan gulat selama ini di Kaltim sampai lapis ketiga karena program jangka panjang yang diharapkan dengan begitu prestasi yang sudah ada yaitu Kaltim jadi barometer prestasi gulat di Indonesia, bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi,” kata Sumarlani.
Ketua KONI Kaltim H Zuhdi Yahya yang hadir pada acara pembukaan kejurprov ini kemarin menuturkan, dirinya berharap dari ajang ini nantinya akan terseleksi atlet-atlet terbaik Kaltim yang ada di daerah baik senior maupun junior sebagai syarat untuk berlaga di Porprov VI 2018 di Kutim.
“Gulat ini jadi andalanKaltim, terbukti dari PON ke PON selalu menjadi juara umum dan pembinaannya maupun programnya berkesinambungan ada lapis 1, 2 dan 3. Mudahan nantinya bisa diadopsi oleh cabang olahraga lainnya menuju PON 2020 nanti di Papua,” kata Zuhdi. (rgn)