Presiden menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan infrastruktur olahraga, meningkatkan pembinaan untuk para atlet, dan juga visibilitas global bagi Indonesia terkait calon tuan rumah penyelenggara Olimpiade 2032, dan sejumlah hal lainnya.
“Asian Games maupun Asian Para Games di 2018 telah sukses kita selenggarakan. Ini membuka rasa percaya diri dan mata dunia bahwa RI mampu jadi tuan rumah yang baik dalam acara internasional,” sebut Jokowi.
Untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, Indonesia diperkirakan akan bersaing dengan Australia, Jerman, Unifikasi Korea, Qatar, dan China. Proses seleksi tuan rumah Olimpiade 2032 akan digelar pada 2023 dan hasilnya ditentukan pada 2024. Indonesia pertama kali mengemukakan keinginan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) saat Asian Games 2018.
Olimpiade 2032 merupakan Olimpiade musim panas. Paris, Prancis dan Los Angeles, Amerika Serikat telah mendapatkan tiket untuk menjadi tuan rumah Olimpiade pada 2024 dan 2028.
Jokowi sendiri sudah meminta peta jalan (roadmap) persiapan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.
"Saya minta roadmap pencalonan kita untuk tuan rumah 2032 ini betul-betul disiapkan dengan baik berdasarkan timeline yang disiapkan IOC (International Olympic Committee)," jelasnya.
"Penentuan tuan rumah akan ditetapkan pada 2024 dan proses seleksi dimulai selambat-lambatnya 2023, saya rasa ini roadmap-nya perlu disiapkan," imbuh Presiden. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Rabu 4 November 2020 dengan judul Presiden : Pencalonan tuan rumah Olimpiade bukan untuk "gagah-gagahan"