Hal ini diungkapkan Komite Wasit Asprov PSSI Kaltim, Alimudin disela-sela pembukaan pelatihan wasit C3 dan C2 yang merupakan kerjasama antara Askot PSSI Samarinda dan Asprov PSSI Kaltim, di salah satu hotel Jalan KH Agus Salim, Jumat (2/10/2020) lalu.
"Saat ini Kaltim tak memiliki penerus Kusni dan Najamudin, bahkan bisa dikatakan sangat kekurangan, karena hingga saat ini belum ada pengganti mereka," ungkapnya. "Ada yang bertugas di Liga 1 dan Liga 2, tetapi mereka hanya sebagai asisten wasit saja. Termasuk satu orang yang berlisensi C1," sambungnya.
Untuk itu, Asprov dan Askot bekerja sama menggelar pelatihan wasit, yang dilaksanakan sejak Jumat (2/10/2020) hingga Senin (5/10/2020) besok. Pelatihan tersebut diikuti 50 peserta dan ada salah satu peserta dari Jombang, Jawa Timur dan ada pula peserta yang masih berusia muda yakni 15 tahun yang merupakan pelajar asal Kota Tepian, peserta muda ini mengikuti pelatihan wasit C3.
Diterangkannya, pelatihan wasit C3 ini merupakan tingkat dasar. Jika sudah mengantongi lisensi C3, sudah bisa memimpin pertandingan tingkat kabupaten/kota. Sementara C2 bisa memimpin pertandingan tingkat provinsi.
"Harapan kami, yang sudah C3 bisa ambil C2, sedangkan C2 bisa ke C1. Kalau misalnya C1 bisa dipanggil PSSI Pusat untuk mengikuti penyegaran, untuk bisa memimpin Liga 3 atau tingkat nasional seperti Piala Soeratin," bebernya.
Nantinya, materi tersebut akan diberikan oleh tiga instruktur yakni Kusni, Najamudin dan Warsito, para peserta diberikan materi law of the game sebanyak 17 pasal. Termasuk materi terkait ketahanan fisik. "Untuk kelulusan, untuk C3 masih ada toleransi sedikit. Tetapi, kalau C1 tidak ada toleransi, dia harus benar-benar kompeten dan fisiknya akan diuji," imbuhnya.
Selain itu kata Alimudin, pihaknya mengaku untuk menjadi seorang wasit perlu bermental baja, pasalnya pasti mereka nantinya kerap mendapatkan intimidasi dari pemain maupun suporter. "Itu sangat penting, kalau wasitnya masih muda dan dapat tekanan, ya dikasarin, biasanya tidak mau jadi wasit lagi. Sehingga, kami kesulitan mencari penerus," tandasnya.
Meski dilakukan pelatihan tatap muka langsung pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan tetap menjaga jarak antara peserta satu dengan lainnya, serta penggunaan masker dan wajib mencuci tangan. Pelatihan Wasit dibuka oleh Wakil Ketua Asprov PSSI Kaltim, Syarifuddin Duntu dan turut hadir Ketua Askot PSSI Samarinda Joha Fajal serta Wakil Ketua I KONI Samarinda Dandri Dauri.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi