“Kami ingin terus menambah jam terbang atlet layar Kaltim sekaligus melihat sampai sejauh mana pembinaan yang dilakukan selama ini. Program kami menuju Pra-PON dan PON 2020 di Papua. Makanya atlet yang kami kirim usianya masih muda, 13 tahun, karena muaranya nanti ke jangka panjang,” kata Teddy.
Di kejurnas nanti Porlasi Kaltim mematok target jadi juara umum. Rasa percaya diri itu didasarkan pada potenai dan prestasi atlet yang sudah terasah. “Kami melihat potensi mereka sangat besar, apalagi program pembinaan kami sudah berjalan dengan baik dengan ditangani pelatih lokal kami di masing-masing kelas, makanya kami berani pasang target juara umum,” sebut Teddy.
Pada bagian lain, Daud juga menyampaikan prestasi yang didapatkan dua atlet layar Kaltim yang mengikuti kejuaraan layar dunia kelas Int putri, Farah Asima dan Nur Fatin Syafika. “Kalau untu level dunia atlet layar Kaltim belum bisa berbuat banyak, tapi di level Asia masuk peringkat dua setelah Thailand dan diatas Malaysia. Hasil yang diraih Farah dan Fika membuat kami yakin layar Kaltim bisa semakin disegani di tingkat nasional,” papar Teddy.
Saat ini Farah dan Fika langsung berangkat ke Langkawi, Malaysia persiapan untuk mengikuti SEA Games 2017. “Mereka langsung ke Langkawi untuk adaptasi cuaca dan angin disana tapi sebelumnya mereka sudah mengikuti kejuaraan disana beberapa kali,” jelas Teddy. (rgn)