Tapi tim putrid tidak tampil dengan kekuatan terbaiknya. Karena salah satu atletnya, Winda Dwi Rahayu, tidak bisa ikut di ajang tersebut karena harus mewakili Indonesia di Asean School Games, di Singapura. “Winda tidak bisa ikut karena harus mewakili Indonesia di even Asean School Games,” tutur Amirullah.
Dari hasil Kejurnas tersebut, Amirullah menegaskan optimistismenya saat menatap PON XX/2020 akan datang di Papua, karena atlet muda Kaltim saat ini sangat berpotensi untuk disiapkan diajang multi event emapat tahun sekali tersebut.
“Kalau melihat kejuaraan yang diikuti oleh atlet-atlet kami ini dan terakhir ini kejurnas KU optimis di PON Papua bisa berbicara. Untuk itu pembinaan akan terus kami lakukan secara berkesinambungan untuk mencapai prestasi yang diharapkan. Ditambah kami juga memiliki petenis-petenis andalan seperti Habibi Wahid dan Winda Dwi Rahayu,” bebernya.
Dilanjutkan Amir, sejauh ini pembinaan atlet junior di Kaltim semakin fokus sejak induk organisasi tenis meja di Benua Etam tersebut dipimpin Herry Wijaya. Oleh karenanya Amirullah mengklaim prestasi tenis meja kaltim terus meningkat.
“Inilah yang nantinya akan terus kami pertahankan demi kemajuan tenis meja Kaltim kedepannya. Sehingga harus dipersiapkan mulai dari sekarang karena mencapainya tidak mudah perlu proses ditambah dengan persaingan atlet yang ketat di daerah lain,” tegasnya.
Dengan prestasi yang saat ini dimiliki oleh petenis muda tersebut, akan menjadi modal awal mereka untuk lebih lagi dalam meningkatkan prestasi yang telah mereka capai. “Mereka jangan cepat puas dengan prestasi mereka saat ini, tetapi tetap dijadikan motivasi untuk lebih meningkat lagi,” pungkasnya. (rgn)