Ananda Emira Moeis mengatakan untuk saat ini memang diakuinya untuk tempat latihan pihaknya belum memiliki venue yang pasti, tetapi menurutnya itu tidak menjadi mesalah karena untuk petanque hanya perlu lapangan yang luasnya 4×15 meter dan datarpun sudah bisa dipakai untuk latihan. “Tempat latihan kami fleksibel saja, dimanapun kami bisa latihan. Tapi kami tetap mencari venue yang cocok dan digunakan untuk menjadi tempat latihan rutin kami,” kata Ananda.
Saat ini FOPI Kaltim sudah memiliki 6 atlet terdiri dari 3 putra dan 3 putri. Dengan 6 atlet tersebut pun diakuinya sudah bisa mengikuti 11 nomor tanding. “Pentanque ini tidak ribet dan tidak perlu banyak-banyak atlet sudah bisa berjalan. Tetapi untuk lebih memaksimalkan pembinaan, kami akan melakukan sosialisasi ke universitas untuk mencari atlet potensial,” jelasnya.
Sejak dirinya dipercayakan untuk memimpin FOPI Kaltim, dirinya sudah berkomitmen untuk berusaha mengukir prestasi setinggi-tingginya baik di nasional maupun internasional. “Ini sudah menjadi komitmen saya bersama dengan pengurus untuk memajukan cabang olahraga petanque di Kaltim, dengan memberikan prestasi terbaik nantinya,” ucap Ananda lagi.
Zuhdi Yahya dalam kesempatan pelantikan tersebut mengatakan meski adanya keterlambatan pelantikan KONI Kaltim tak mempermasalahkan, karena terpenting pembinaan yang dilakukan tetap berjalan. “Petanque ini walaupun masih eksibishi di PON tetapi prestasinya sudah cukup bagus dengan mempersembahkan 1 emas untuk Kaltim di nomor mix, ya mudahan ini salah satu langkah awal FOPI menuju prestasi yang lebih baik lagi,” harap Zuhdi.
Tugas selanjutnya dari pengurus FOPI Kaltim adalah mempersiapkan diri menggelar Pra-Porprov 2017. “ Pra-Porprov itu wajib dilaksanakan untuk menyeleksi atlet yang akan turun di Porprov nanti dan minimal diikuti oleh 3 daerah plus tuan rumah,” tegas Zuhdi. (rgn)