“Karena ini pelajaran dari Porprov sebelumnya, terkait soal keabsahan dari mutasi atlet yang tidak sesuai dengan aturan sehingga banyak terjadi permasalahan yang membuat salah satu daerah mengundurkan diri. Nah, masalah yang seperti ini kami hindari dan bukutangkis salah satu cabor yang bermasalah soal mutasi ini, makanya akan kami tuntaskan disini,”ungkapnya.
Sehingga, lanjut Sofyan persoalan mutasi atlet tersebut menjadi pokok utama pembahasan tersebut bersama dengan KONI Kaltim dan Pengcab didaerah, apa langkah yang harus dilakukan, bagaimana sebenarnya aturan dalam mutasi atlet tersebut dan ini perlu persamaan persepsi.
“Selain itu, persoalan tuan rumah apakah perlu diberikan perlakuan khusus karena mereka meminta untuk mutasi atlet itu bisa molor artinya setelah Pra-Porprov, padahal kalau sesuai aturan itu seharusnya sebelum Pra-Porprov karena ini merupakan seleksi atlet. Ini yang akan kami cari solusinya bagaimana supaya nantinya tidak ada persoalan lagi,”terangnya.
Tetapi, mereka telah mengagendakan Pra-Porprov akan dilaksanakan pada 25-30 September mendatang di GOR Bulutangkis Kompleks Stadion Madya Sempaja yang mempertandingkan 7 nomor tanding.
“Kalau untuk kelolosannya itu dari 10 daerah yang ikut akan diambil 4 daerah terbaik plus 1 tuan rumah. Artinya, untuk setiap aturan yang nantinya disepakati ini semuanya mengikuti dari kententuan KONI Kaltim supaya nantinya tidak ada permasalahan seperti yang lalu,”pungkasnya. (rgn)