“Jadi, kalau melihat kedepannya masa depan kempo ini cerah dan memang untuk melakukan pembinaan sejak dini itu memerlukan waktu tidak instan, mungkin mereka yang junior-junior ini belum saatnya bertanding, tetapi nanti menggantikan seniornya yang sudah tidak berprestasi lagi,”ungkap Zuhdi usai menutup kejurprov junior Minggu (28/10) kemarin di Gedung Silat, Polder Air Hitam.
Dan lanjut Zuhdi, apalagi melihat antusias kabupaten/kota yang sangat tinggi dalam memberikan pembinaan kepada atlet-atlet junior mereka, dengan begitu kedepannya pembinaan didaerah bisa merata.
“Artinya, nantinya pengprov tidak akan kesulitan lagi dalam mencari bibit atlet, karena pembinaan di daerah sudah merata,”imbuhnya.
Dengan begitu, prestasi yang selama ini diraih oleh cabang olahraga kempo yang selalu menempati posisi dua besar nasional di PON bisa tetap terus dipertahankan, karena semuanya itu ada di regenerasi atlet, kalau tidak ada diakuinya akan terhenti prestasinya.
“Makanya, pembinaan itu harus berkesinambungan. Artinya, harus ada pondasi dulu yaitu pembibitan atlet, kalau sudah kuat pasti prestasi bisa terus dipertahankan bahkan hingga internasional,”pungkasnya.
Sementara, Sekum Perkemi Kaltim, Suprayogi mengatakan untuk atlet-atlet junior kempo Benua Etam diakuinya potensinya sangat bagus, jika pembinaan dilakukan secara berkesinambungan salah satunya dengan mengikuti event-event daerah seperti ini.
“Dan kejuaraan seperti ini akan rutin kami laksanakan dan rencananya untuk kategori SD, SMP dan SMA itu Maret 2019 mendatang,”tuturnya.
Dan memang dirinya mengaku dengan adanya Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim sangat membantu, karena memang diakuinya mereka yang dibina di SKOI selalu berprestasi.
“SKOI ini, khususnya di cabor kempo sangat membantu. Karena dari tahun ke tahun selalu ada yang bergabung dengan tim kempo Kaltim dan selalu mendapatkan juara. Kedepannya, kami berharap bisa lebih baik lagi,”pungkasnya. (rgn)