“Dari hasil rapat kami bersama TD memang rata-rata yang disampaikan itu mempermasalahkan soal venue. Artinya, venue sudah siap, tetapi belum ada kelengkapannya seperti toilet, kursi penonton dan lainnya termasuk dengan yang direncanakan seperti GOR beladiri belum selesai, balap motor yang masih pematangan lahan,” ungkap Wakil Ketua Tim Wasrah, H Muslimin.
Oleh karena itu, ada sekitar 10 cabor yang minta untuk dipertandingkan di luar Kutim, diantaranya seperti pencak silat, senam, anggar, dayung, balap motor, panahan dan taekwondo.
“Tetapi, untuk pemindahan venue ini disepakati setelah rapat besar Selasa nanti di KONI Kaltim, antara tim wasrah bersama PB Porprov. Kami akan mempertanyakan kesiapan mereka detail dan rinciannya secara keseluruhan. Nah, hasil dari rapat bersama TD akan kami sampaikan dalam rapat itu juga,” terang Muslimin.
Setelah rapat besar tersebut, baru akan diketahui apakah nantinya venue-venue tersebut layak digunakan atau harus dipindah.
“Kami akan lakukan tinjauan ulang dan akan kami rekap cabor mana saja yang memang tidak layak, dengan tersisa waktu dua bulan berjalan ini. Sehingga, TD diminta untuk melakukan komunikasi secara intens kepada bidang pertandingan PB Porprov, apa saja yang memang masih diperlukan untuk dilengkapi artinya harus memperlihatkan progres,” pungkasnya. (rgn)