Sembilan puluh menit memang jadi waktu yang sangat menentukan bagi Indonesia U-16 Terlepas dari sejarah Australia yang pernah ikut Piala Dunia U-17 namun faktanya, tim dari negara Kanguru tersebut menjadi runner up Grup D di bawah Korea Selatan sementara Indonesia lolos dengan status juara Grup C.
Pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini tak gentar dengan nama besar Australia. Baginya anak asuhnya memiliki mental baja dan sudah mengalahkan tim-tim besar dan menilai laga nanti ibarat final bari mereka.
“Bagi kami melawan Australia bagaikan final karena besok menentukan Indonesia tampil di Piala Dunia atau tidak,” ucap Fakhri di Lapangan Sime Derby, Malaysia, Minggu (30/9) kemarin.
“Syukur Alhamdulillah anak-anak sudah pengalaman. Kita pernah melawan tim besar seperti Jepang, jadi mental anak-anak sudah bagus dan rasa percaya diri juga mantap,” kata Fakhri. Timnas Indonesia U-16 memang sempat mengalahkan Jepang saat keduanya bertarung di turnamen Jenesys di Jepang 2017 lalu. Bahkan Indonesia keluar sebagai juara di turnamen tersebut.
Pada laga perempatfinal ini tidak akan dilakukan babak tambahan jika kedua tim bermain imbang selama 90 menit waktu normal. Pertandingan akan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan pemenang. Karena itulah dalam sesi latihan kemarin Fakhri memberikan porsi khusus tendangan penalti kepada anak asuhnya.
“Kami bersyukur sudah menyelesaikan tugas dengan sangat baik di penyisihan grup. Hasil lolos ke delapan besar tentu merupakan hal yang sudah ditunggu-tunggu oleh para pemain setara dengan apa yang sudah mereka lakukan di lapangan,” paparnya.
“Australia adalah lawan yang kuat, kami punya pengalaman yang cukup bagus juga saat kami kalah di AFF U-16 2017. Hasil pertandingan pada 2017 menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk modal kami menghadapi mereka,” ucap Fakhri.
Pada Piala AFF 2017 lalu Timnas U-16 harus takluk 3-7 dari Australia. Pada laga tersebut Bagus Kahfi berhasil mencetak hatrrick ke gawang Australia.
“Saya ingin melihat mereka punya kepercayaan diri, tapi juga tak perlu khawatir terhadap lawan. Respek boleh, kami harus respek terhadap Australia. Tapi ada perbedaan besar antara respek dan takut, apalagi minder,” tegasnya.
Sementara pelatih Australia Trevor Morgan mengincar kemenangan dan berharap berharap Australia bisa terus meraih kemenangan pada tiap laga di Piala Asia U-16 2018 ini.
“Para pemain Australia sangat menyukai turnamen ini dan saya sangat bersyukur dan senang bisa mengikuti turnamen level Asia ini. Kami bisa menghadapi tim yang sudah memiliki persiapan sangat baik,” ujar Trevor Morgan. “Kami berharap bisa memenangkan pertandingan di perempat final ini,” ucap Trevor Morgan. (lbc)