“Kami tetap melakukan evaluasi, karena di kejurnas nanti kami tidak tahu apakah atlet yang diturunkan itu yang juga bertanding di Kapolri Cup kemarin, yang jelas melihat peta kekuatan untuk junior masih pulau jawa seperti Jabar, Jateng, DKI Jakarta, Jatim termasuk Banten yang sudah mulai bagus,” ungkapnya, saat ditemui di KONI Kaltim, kemarin.
Agus juga menambahkan atlet junior ini pun diakuinya menjadi pelapis senior mereka saat ini, sebagai antisipasi jika dari Pengurus Besar (PB) TI memberlakukan batasan usia di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Sehingga, perlu untuk melatih mental dan skil para atlet muda Kaltim ini.
“Tetapi, kami dari seluruh pengprov banyak yang tidak setuju soal pembatasan usia, sehingga nantinya untuk finalnya saat rakernas nanti. Yang jelas kami tetap siap, jika memang asa batasan usia,” terang Agus.
Makanya, lanjut Agus pihaknya fokus kepada atlet-atlet junior dan ajang Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) ini menjadi seleksi bagi pengprov dalam pembentukan tim ke kejurnas.
“Iya, popprov ini kami manfaatkan untuk seleksi atlet, untuk pembentukan tim ke kejurnas, tetapi tetap kami evaluasi para pemenangnya di kelas mereka masing-masing nantinya,” pungkasnya. (rgn)