“Setiap hari kami berlatih di sekolah. Kalau Jumat dan Minggu latihan di GOR, dari jam dua smpe jam tujuh malam. Malah kalau TC kami ditanding dengan alumni. Bahkan sering sekali berdarah,” ucap lelaki yang menetap di Gang Selamat 1, Sangatta Utara itu.
Dalam proses tersebut banyak yang di tempuh, berbagai kendalan dan mental serta fisik yang selalu di tempa.
“Kami semangat terus, kemudian rajin ibadah pagi dan malam. Bahkan saat final kaki saya sempat keseleo, anggota saya juga ada mengalami demam, karena belum terbiasa terapi es. Tapi tekad yakin bisa,” ungkap pria kelahiran Sangatta, 19 September 2001 tersebut.
Evan mengakui tim-tim kuat seperti SMA 2 Samarinda, YPK Bontang dan SMA 3 Balikpapan, sempat membanting mental dirinya dan kawan-kawan. Pasalnya disejumlah kejuaraan, sekolah tersebut kerap mengalahkan mereka.
“Kadang merasa pupus harapan, saat bertemu pesaing handal. Tapi kami yakin dengan kerjasama 11 orang ini, pasti juara,” jelasnya.
Senada, Alpen Austria D, salah satu pemain kelahiran Bintang Meriah, 4 November 2000 silam, mengatakan sangat senang bisa mencapai prestasi seperti ini. Terlebih saat melihat ramainya pendukung yang datang.
“Sebenarnya senang saat melihat suporter datang, hanya kami dilatih untuk fokus ke pertandingan. Jangan sampai memecah konsentrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang mengapresiasi prestasi yang diraih oleh putra daerah. Menurutnya prestasi seperti ini merupakan hadiah terindah untuk ulang tahun Kutim dan HUT RI.
“Pertama saya dari pemerintah bangga atas kesuksesan mereka. Prestasi ini menjadi kado istimewa bagi kita semua. Saya harap mereka terus semangat, terlebih menghadapi Porprov,” harapnya. (Yul1116)