Hanya saja saat ini menurutnya persiapan atlet menuju Asian Games sepenuhnya ditanggung oleh pengurus besar atau pengurus pusat seluruh cabang olahraga masing-masing. “Kami hanya memberikan dukungan seperti memberangkatkan mereka dari daerah ke Jakarta atau daerah lain tempat Pelatnas berlangsung,” imbuhnya.
Yang pasti menurut mantan taekwondoin Indonesia ini, KONI Kaltim tidak bisa melakukan intervensi lebih mendalam karena tidak ingin mengganggu persiapan atlet. “Sekalipun menjalani Pelatnas di Kaltim seperti anggar dan gulat, kami tidak bisa mengganggu atlet Kaltim karena mereka harus focus, kecuali program desentralisasi, kami selalu melakukan komunikasi kepada pengprov, pelatih maupun atlet sendiri sejauh mana progres mereka, bagaimana program latihan yang diberikan,” papar Alfons.
KONI Kaltim juga sudah membuat program mengunjungi atlet yang bertanding saat Asian Games nanti berlangsung di Jakarta dan Palembang. “Kami akan memberikan dukungan langsung saat mereka bertanding, agar mereka lebih termotivasi dan percaya diri. Yang jelas kami juga menunggu DPRD kalau memang ada panggilan untuk membahas soal dukungan kami siap dan senang karena ini semua untuk Kaltim,” tegas Alfons.
Diberitakan harian ini kemarin, DPRD Kaltim melalui Komisi IV yang diketuai H Rusman Yaqub menyatakan akan memanggil KONI dan Dispora membahas bentuk dukungan kepada 45 atlet dan pelatih asal Kaltim yang akan berangkat membela Merah Putih di kancah internasional. Hal ini menurut Rusman perlu dilakukan untuk menghindari kesan ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap perjuangan atlet dan pelatih. “Jangan sampai nanti kalau sudah berprestasi baru rame-rame mengaku memberikan dukungan dan motivas dan hal lainnya. Jangan sampai ada yang merasa jadi pahlawan kesiangan saat nantinya atlet meraih medali di ajang Asian Games itu,” tegas Rusman. (rgn)