Medali emas dari Nijar Putra Pamungkas dan dua perak dari Reza Restu Priyai serta Rizky Sofyan Saputra di kategori senior ditambah emas dari Adrian Syakhruk Maulana dan Cicilia Hanny Oktavira serta satu perak oleh Atika Wati Fadhillah membuktikan kalau atlet Kaltim mampu bersaing kendati satu pesilat gagal meraih medali.
Kabid Binpres IPSI Kaltim Surya Ganda Atmaja mengatakan, IPSI Kaltim memfasilitasi keberangkatan pesilat tersebut yang diakomodir pengurus kota dan kabupaten serta kampus tempat mereka kuliah.
“Yang senior dari UMKT (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur) sementara atlet senior dari SKOI (Sekolah Khusus Olahragawan Internasional) Kaltim. Dukungan dari pihak kampus dan sekolah sangat membantu apalagi untuk senior ini dua diantaranya atlet andalan kami yang tergabung dalam TC mandiri,” kata Surya Ganda.
Dirinya berharap atlet-atlet berprestasi ini terus berlatih dan meningkatkan kemampuan apalagi ada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Desember 2018 mendatang.
“Untuk yang senior persiapan Porprov sedangkan junior dibina dalam program jangka panjang,” paparnya.
Surya Ganda memastikan kalau Porprov mendatang ajang dalam memantau atlet dalam pembentukan tim ke Pra-PON, setelah itu akan ada seleksi daerah untuk penentuannya.
“Tetapi tetap kami akan berlakukan degradasi, untuk pembentukan tim yang solid menuju Pra-PON supaya bisa meloloskan atlet sebanyak mungkin,” sebutnya. (rgn)