Abdul Rasid Motivasi Pedayung di Tenggarong
2 menit baca2.091 kali dibaca
TENGGARONG – Apa yang dilakukan Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Kaltim ini layak menjadi contoh pengurus cabang olahraga lain.
Kendati tidak ada even yang dihadapi dalam waktu dekat, namun Abdul Rasid, sang ketua umum, menyambangi atlet-atlet dayung dan pelatih serta ofisial yang berada di gedung latihan di Tenggarong Rabu (5/7) kemarin. Pada kesempatan itu Rasid memberikan suntikan motivasi kepada seluruh atlet didampingi pengurus PODSI Kaltim juga PODSI Kutai Kartanegara.
Pada kesempatan itu Rasid memaparkan kalau mind set atau pola pikir yang harus ditanamkan sejak dini dalam diri seluruh atlet adalah prestasi ke depan. “Apa yang dicita-citakan tidak hanya untuk kebanggaan dan membawa nama harum daerah saja tetapi juga mampu hingga sampai level nasional bahkan internasional dalam kancah Olimpiade,” kata Rasid. “Latihan latihan dan latihan itulah yang sangat penting, dan perlu diingat harus pandai menggunakan waktu, kalau waktunya latihan ya latihan dan waktunya istirahat ya isyrahat harus maksimal menggunakan waktu, jangan latihan sambil main-main,” imbuhnya.
Rasid juga mantan ketua PODSI Kukar mengungkapkan, tradisi juara umum yang selalu diperoleh Kukar wajib dipertahankan bahkan ditingkatkan. Menurutnya Kukar punya target dalam setiap ajang seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan berharap kedepannya tidak hanya Porprov, Prapon hingga PON juga Kukar bisa jadi juaranya. “Harus mampu memanfaatkan waktu dan pengalaman yang dimiliki pelatih yang pernah mengikuti Pelatnas. Tidak ada latihan itu seminggu tiga kali, bisa dikatakan setiap hari itu latihan, ini harus disadari dan dipahami oleh seluruh atlet dan pelatih. Ini ditegaskan agar memiliki karier yang bagus dan panjang kedepannya, kalau kita sambil main-main, maka jangan berharap banyak,” ungkapnya.
Rasid juga menegaskan kalau pengurus PODSI di daerah bisa bahu-membahu memberikan sumbangsih nyata bagi perkembangan dan peningkatan prestasi dayung. Meski kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak baik, loyalitas untuk memberikan kerja nyata bagi tradisi juara umum Kukar di olahraga dayung tingkat regional dan nasional tetap harus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
“Kawan-kawan yang ada di posisi level jajaran Pemkab bisa patungan untuk mensupport para atlet selama latihan. Tahun ini ada Pra-Porprov dan Erau, tahun depan ada Porprov, jangan sekedar melaksanakan tapi tujuannya menunjukkan kualitas dan kita bisa bersaing dengan daerah lain dan tradisi juara umum harus tetap dipertahankan,” tegasnya. (hei)










