Setidaknya ada tiga even yang diikuti Rizky, seperti Kejurnas Open Piala Bupati Kuningan pada tanggal 23-26 November 2017 yang dimana Rizky berhasil membawa perunggu dan bersaing dengan atlet Malaysia. Selain itu ada Sirckuit Race 9-10 Desember di Surabaya dan membawa medali emas.
Ada juga Kejurnas Open Piala Bupati Malang pada tanggal 16-17 Desember dengan menorehkan perak serta terakhir ada Kejurnas Open Walikota Tegal pada tanggal 22-24 Desember. Risky merengkuh 2 medali perak.
Melihat hasil tersebut, Pelatih Balap Sepeda Kaltim Agus Dwiyanto menilai sejauh ini kemampuan Rizky mengalami peningkatan yang signifikan. Karena dari setiap event yang diikutinya tersebut selalu masuk dalam 3 besar.
“Peningkatannya sangat signifikan dan kami optimistis di PON Papua nantinya bisa banyak bicara, hanya tinggal melihat dimana kansnya untuk medali. Apalagi, event yang kami ikuti ini semua lawan-lawannya yang akan bertanding di Papua, jadi kami bisa melihat dimana peta kekuatannya dan Jatim merupakan pesaingam terberat Rizky,” kata Agus.
Dilanjutkannya, apalagi dengan adanya pembatasan usia dari PB ISSI menurutnya sangat menguntungkan Kaltim. Sebab pembinaan atlet junior Kaltim berjalan dengan rutin, khususnya di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI).
“Kami hanya tinggal membentuk mental juara mereka dan terus mengasah kemampuannya dengan memberikan jam terbang. Sehingga, kami optimistis menuju PON di Papua karena kami sudah ada senjata dan amunisi,” pungkasnya. (rgn)