Selasa, 17/12/2024

Dari Malaysia, Delegasi Pemerintah Negara Bagian Selangor Belajar Tangani DBD di Samarinda dan Balikpapan

Selasa, 17/12/2024

Rombongan Pemerintah Negara Bagian Selagor bersama Dinas Kesehatan Kaltim dan Samarinda saat berkunjung ke Sekolah Budi Bakti Samarinda. (dokantaranewskaltim)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Dari Malaysia, Delegasi Pemerintah Negara Bagian Selangor Belajar Tangani DBD di Samarinda dan Balikpapan

Selasa, 17/12/2024

logo

Rombongan Pemerintah Negara Bagian Selagor bersama Dinas Kesehatan Kaltim dan Samarinda saat berkunjung ke Sekolah Budi Bakti Samarinda. (dokantaranewskaltim)

Jauh-jauh dari Selangor, Malaysia hanya untuk belajar cara penangangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Samarinda dan Balikpapan, itulah yang dilakukan rombongan Delegasi Pemerintah Negara Bagian Selangor ini.

Mereka datang ke Kalimantan Timur untuk melaksanakan studi banding atau studi tiru terkait penanganan DBD yang berhasil dilakukan di Benua Etam.

"Tujuan kami adalah untuk memahami strategi vaksinasi DBD dan HIV, serta pelaksanaan program pengendalian DBD di Kalimantan Timur. Kami ingin belajar dari pengalaman Kaltim, terutama mengenai efektivitas program dan penerimaan masyarakat," ujar Anggota Dewan Eksekutif Negara Bagian Selangor untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Jamaliah binti Jamaluddin sekaligus pemimpin delegasi melansir dari Antaranewskaltim.com Selasa (17/12/2024) hari ini.

Mereka mengapresiasi sambutan hangat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan berterima kasih atas kesempatan mempelajari kaidah pelaksanaan program pengendalian DBD di Kaltim. 

Beberapa tempat yang dikunjungi di antaranya sekolah dasar di Samarinda dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Balikpapan.

Kunjungan delegasi Selangor ke Kaltim diharapkan dia dapat meningkatkan kerja sama kedua pemerintah lintas negara dalam penanganan DBD. "Kami optimistis kunjungan ini membuka jalan bagi penguatan kolaborasi ke depan, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat," ucap Jamaliah.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Setyo Budi Basuki menjelaskan pengendalian DBD di Benua Etam dilakukan secara komprehensif.

"Upaya pengendalian nyamuk menjadi hal yang sangat penting mengingat curah hujan yang tinggi menyebabkan tersedianya banyak tempat berkembang biak nyamuk," jelas Basuki.

Masyarakat perlu memahami jentik-jentik nyamuk di sekitar merupakan sumber penularan penyakit. Karena itu mereka  menekankan pentingnya upaya bersama dalam pemberantasan sarang nyamuk. Pemberantasan itu harus dilakukan secara serentak oleh seluruh masyarakat, karena jangkauan terbang nyamuk cukup jauh.

Selain pemberantasan sarang nyamuk, Dinas Kesehatan Kaltim juga melakukan penaburan larvasida dan penggunaan vaksin DBD. Untuk vaksinasi DBD di Samarinda dan Balikpapan total telah menyasar sekitar 12.100 orang. "Program vaksinasi DBD di Kaltim merupakan yang pertama di dunia dan menjadi pilot project nasional," ujar Basuki.

Karena itulah Selangor tertarik untuk mempelajari penerapan vaksinasi DBD di Kaltim, termasuk tingkat penerimaan masyarakat dan kemungkinan efek samping.

Rombongan delegasi Selangor disambut oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim Deni Sutrisno, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin, beserta jajaran. Turut hadir perwakilan Kementerian Kesehatan Malaysia dan perusahaan farmasi Takeda.


Editor: Aspian Nur

Dari Malaysia, Delegasi Pemerintah Negara Bagian Selangor Belajar Tangani DBD di Samarinda dan Balikpapan

Selasa, 17/12/2024

Rombongan Pemerintah Negara Bagian Selagor bersama Dinas Kesehatan Kaltim dan Samarinda saat berkunjung ke Sekolah Budi Bakti Samarinda. (dokantaranewskaltim)

Share

Berita Terkait