Ibu Kota Negara Pindah, Spekulan Tanah Jangan Bermimpi
1 menit baca727 kali dibaca
![Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis (25/7). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]](https://image-korankaltim.sgp1.cdn.digitaloceanspaces.com/berita/large/48873b7c48e7e243ec7e3d63d9f95f9b_96843-daerah-calon-ibu-kota.jpg)
KORANKALTIM.COM, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro memastikan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan ibu kota baru tak bisa dimanfaatkan oleh spekulan untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda. "Kalau ada yang jual beli properti, jual beli tanah, jangan mimpi jadi spekulator untuk ibu kota baru ini," ucap Bambang, Selasa (20/8/2019) kemarin seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.
Pasalnya, pembangunan ibu kota baru hanya akan dilakukan di lahan milik negara. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu mengganti rugi untuk membeli lahan milik rakyat. "Lahan yang kami pakai adalah lahan yang dikuasai oleh negara, bukan lahan orang yang kami beli. Jadi spekulasi menurut saya akan merugikan diri sendiri," ucapnya.










