Senin, 06/07/2026
Senin, 06/07/2026
Ilustrasi. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Senin, 06/07/2026

Ilustrasi. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Aksi kriminalitas yang disertai dengan kekerasan baru-baru ini meresahkan warga Sp lima Dusun Bukit Betali, Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Insiden pembobolan rumah yang terjadi pada Minggu (5/7/2026) dini hari lalu kini memicu perhatian serius dari pihak penegak hukum dan aparatur desa setempat.
Berdasarkan laporan, pelaku menyasar dua rumah warga yang berdekatan dengan modus mematikan aliran listrik lewat meteran sebelum melancarkan aksinya. Satu diantara korban bahkan sempat dibekap oleh pelaku sebelum akhirnya melarikan diri ke area perkebunan.
Menanggapi insiden tersebut, Ketua RT 18 Desa Bunga Jadi Fitriyani memberikan peringatan keras kepada seluruh warganya untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).
Warga diminta menghentikan kebiasaan menyiarkan video langsung atau live di Facebook saat sedang berada di rumah maupun luar rumah karena diduga kuat kebiasaan itu menjadi celah bagi para pelaku kejahatan untuk memetakan situasi rumah, mengetahui posisi barang berharga hingga memantau kapan rumah dalam kondisi sepi atau minim pengamanan.
"Live seperti itu juga bisa mengundang aksi kriminalitas, karena kita tau aksi penipuan online juga sudah marak, para pelaku - pelaku ini bisa memantau melalui siaran langsung warga," kata Fitri Selasa (6/7/2026).
Imbauan Keamanan bagi Warga RT 18 SP lima ini penting dan dirinya menegaskan jangan menyiarkan kondisi detail dalam rumah atau membagikan aktivitas secara langsung yang menunjukkan rumah sedang sepi.
Untuk menghindari aksi tersebut, mengingat modus pelaku dapat mematikan sakelar lampu utama, warga diminta mengunci kotak meteran listrik masing-masing. RT 18 juga telah mengaktifkan kembali ronda malam di sekitar lingkungan untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
"Saat terjadi aksi itu kami langsung mengaktifkan pos ronda, dan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas," ungkapnya.
Selain itu, jika melihat gerak-gerik orang asing yang mencurigakan, segera hubungi ketua RT atau pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Kaman.
Saat ini pihak RT bersama kepolisian juga warga masih terus melakukan penyelidikan dan melacak jejak terduga pelaku yang kabur ke arah hutan perkebunan sekitar.
"Kami berharap waega tetap tenang tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing," tutup Fitri.
Editor: Aspian Nur
Senin, 06/07/2026
Ilustrasi. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
TERPOPULER