Semangat Betulungan itu
juga diikuti sejumlah perusahaan dengan
menurunkan pekerjanya untuk bergotong royong.
Husniansyah mengatakan, gotong royong diikuti warga serta
perusahaan yang beroperasi di Tanjung Batu. Seperti PT Tunas Harapan, PT Mahakam
Energi Berkah, dan PLN Unit Pembangkit PLTGU. Tak ketinggalan, ormas seperti
PAC Pemuda Pancasila Tenggarong Seberang juga membaur bersama warga.
“Kita ingin memupuk kembali semangat Betulungan,” kata Husniansyah.

Menurut Husniansyah, gotong royong di desa itu akan
dihidupkan kembali dan akan menjadi kegiatan bulanan.
Ke depan, Husniansyah berharap agar semangat Betulungan itu dapat diikuti
perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di Tanjung Batu, mengingat ada sejumlah
perusahaan listrik raksasa yang menerangi Kaltim beroperasi di desa tersebut.
Seperti PLTGU yang didalamnya PT Menamas Mitra Energi, PT
Kaltimex Energi, PLTGU 60 MW, PLTG Kaltim Peaker 2x50 MW. Selain itu, ada PLTU yang
terdiri dari PT Cahaya Fajar Kaltim dan PT
Indonesia Energi Dinamika. Total kapasitas mencapai 310 MW.
“Kita harap semangat Betulungan ini terus terjalin, terutama
kontribusi aktif perusahaa yang ada dalam membangun desa, khususnya terkait
dengan fasilitas umum, seperti jalan yang rusak dan lampu penerangan jalan,” harap
Husniansyah. (*)