Ketua panitia pelaksana, Habib Aulia bin Yahya mengatakan
haul akbar kali ini digabung dengan haul jamak para sultan dari Kesultanan
Kutai Kertanegara Ing Martadipura.
“Nantinya kita akan mendatangkan Al Habib Taufiq bin Abdul
Qadir Assegaf dari Pasuruan, Jawa Timur,” kata Habib Aulia.
Selain itu, lantaran haul akbar ini berdekatan dengan maulid
Nabi Muhammad SAW, panitia menggandeng
kedua acara tersebut sekaligus. “Karena waktunya berdekatan, maka haul
dirangkai dengan agenda maulid,” ujar Aulia.
Rangkaian kegiatan ini dimulai pada 23 November, atau sehari
sebelum acara haul akbar. Di mana pada tanggal tersebut akan dilangsungkan
agenda maulid Nabi Muhammad SAW dan kemudian dilanjutkan dengan khataman Alquran.
“Puncak acara digelar haul akbar pada Minggu pagi. Lalu pada
malam harinya ada pembacaan salawat burdah di lokasi yang sama,” tutur pimpinan
majelis salawat burdah Assyifa’ul Qulub Tenggarong ini.
Panitia menyiapkan sebanyak lima ribu kotak makanan untuk para
tamu. Sebab pada haul edisi sebelumnya panitia kehabisan stok makanan, padahal
sudah menyiapkan sebanyak empat ribu kotak. “Setiap tahunnya yang datang selalu
bertambah,” tutur Habib Aulia.
Menurut Habib Aulia, haul Pangeran Noto Igomo ini untuk
mengenang jasanya yang telah penyebaran agama Islam di Tanah Kutai. “Kita
sebagai keturunannya, sebagai ummat Islam patut menghargai pahlawan penyebar
agama terdahulu,” ungkapnya.
Ia juga memproyeksikan haul akbar Pangeran Noto Igomo ini
menjadi wisata religi. Sebab banyak pengunjung yang datang dari luar kota untuk
menziarahi mufti besar Kesultanan Kutai tersebut.
“Momen (haul akbar, Red.)
ini bisa kita dorong untuk menjadi wisata religi selayaknya di Banjar
(Kalimantan Selatan, Red.), seperti
Guru Kelampayan dan lain sebagainya. Banyak yang datang dari luar daerah untuk
berziarah ke makam Pangeran Noto Igomo ini,” pungkasnya. (sab)