Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) meminta Pertamina memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga wilayah hulu, tidak hanya memastikan ketersediaan kuota.
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) meminta Pertamina memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga wilayah hulu, tidak hanya memastikan ketersediaan kuota.
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, kelancaran distribusi menjadi persoalan penting karena keterlambatan pasokan dapat berdampak langsung terhadap harga BBM yang diterima masyarakat.
“Kami masih berterima kasih kalau dari pihak Pertamina sangat memperhatikan Mahakam Ulu. Karena distribusi BBM sendiri harus terus berkelanjutan, tidak boleh terputus. Karena pada saat terputus harga BBM akan sangat melonjak,” kata Angela.
Menurutnya, perhatian Pertamina terhadap Mahulu tidak cukup hanya pada jumlah kuota yang tersedia. Mekanisme dan biaya distribusi juga perlu diperhatikan agar BBM dapat sampai ke wilayah yang lebih jauh dengan harga yang tidak semakin membebani masyarakat.
Angela menyebut, sebelumnya terdapat kendala distribusi dari APMS menuju wilayah Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari. Salah satu persoalannya berkaitan dengan biaya angkutan yang cukup tinggi sehingga distribusi belum dapat menjangkau wilayah yang lebih jauh.
“Dari pengalaman yang lalu, beberapa waktu yang lalu ada kendala yang terjadi di APMS kita untuk mendistribusikan hingga ke Tiong Ohang karena ongkos angkut yang lumayan berbeda sehingga tidak bisa didistribusikan hingga ke ulu,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Karena itu, Angela berharap Pertamina dapat mencari pola distribusi yang lebih efisien, termasuk mempertimbangkan kondisi geografis dan perubahan musim di Mahulu.
Ia berharap distribusi BBM tidak berhenti di Tiong Ohang, tetapi dapat menjangkau Kecamatan Long Apari yang memiliki tantangan akses lebih besar karena harus melalui jalur air.
“Kalau bisa bantulah pendistribusian ini tidak hanya melihat dari ongkos. Anggapnya menyesuaikan antara kemarau ataupun saat normal. Saya sangat berharap bahwa Mahulu perlu diperhatikan,” katanya.
Saat ditanya mengenai penambahan stok BBM, Angela mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan menjangkau wilayah yang membutuhkan.
“Untuk saat ini saya berharap pendistribusiannya yang lebih diperhatikan. Karena jika pendistribusiannya tepat dan sampai tepat waktu, saya rasa masyarakat tidak akan merasa kesusahan, tidak merasa terbebani karena mahalnya harga BBM,” ujarnya.
Angela berharap ada perbaikan pola distribusi BBM mulai dari sekarang sehingga masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan tidak terus menghadapi beban biaya tinggi akibat kendala transportasi dan distribusi.
Editor: Erwin
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, kelancaran distribusi menjadi persoalan penting karena keterlambatan pasokan dapat berdampak langsung terhadap harga BBM yang diterima masyarakat.
“Kami masih berterima kasih kalau dari pihak Pertamina sangat memperhatikan Mahakam Ulu. Karena distribusi BBM sendiri harus terus berkelanjutan, tidak boleh terputus. Karena pada saat terputus harga BBM akan sangat melonjak,” kata Angela.
Menurutnya, perhatian Pertamina terhadap Mahulu tidak cukup hanya pada jumlah kuota yang tersedia. Mekanisme dan biaya distribusi juga perlu diperhatikan agar BBM dapat sampai ke wilayah yang lebih jauh dengan harga yang tidak semakin membebani masyarakat.
Angela menyebut, sebelumnya terdapat kendala distribusi dari APMS menuju wilayah Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari. Salah satu persoalannya berkaitan dengan biaya angkutan yang cukup tinggi sehingga distribusi belum dapat menjangkau wilayah yang lebih jauh.

“Dari pengalaman yang lalu, beberapa waktu yang lalu ada kendala yang terjadi di APMS kita untuk mendistribusikan hingga ke Tiong Ohang karena ongkos angkut yang lumayan berbeda sehingga tidak bisa didistribusikan hingga ke ulu,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Karena itu, Angela berharap Pertamina dapat mencari pola distribusi yang lebih efisien, termasuk mempertimbangkan kondisi geografis dan perubahan musim di Mahulu.
Ia berharap distribusi BBM tidak berhenti di Tiong Ohang, tetapi dapat menjangkau Kecamatan Long Apari yang memiliki tantangan akses lebih besar karena harus melalui jalur air.
“Kalau bisa bantulah pendistribusian ini tidak hanya melihat dari ongkos. Anggapnya menyesuaikan antara kemarau ataupun saat normal. Saya sangat berharap bahwa Mahulu perlu diperhatikan,” katanya.

Saat ditanya mengenai penambahan stok BBM, Angela mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan menjangkau wilayah yang membutuhkan.
“Untuk saat ini saya berharap pendistribusiannya yang lebih diperhatikan. Karena jika pendistribusiannya tepat dan sampai tepat waktu, saya rasa masyarakat tidak akan merasa kesusahan, tidak merasa terbebani karena mahalnya harga BBM,” ujarnya.
Angela berharap ada perbaikan pola distribusi BBM mulai dari sekarang sehingga masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan tidak terus menghadapi beban biaya tinggi akibat kendala transportasi dan distribusi.

Editor: Erwin









Pusat gempa berada di darat 6 km BaratLaut Lebong
22 Okt 2026, 17:57:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG