Rabun dekat biasanya muncul sejak lahir dan cenderung diturunkan dalam keluarga. Kamu dapat dengan mudah memperbaiki kondisi ini dengan kacamata atau lensa kontak. Namun, jika kamu perhatikan, orang tua lebih cenderung mengalami rabun dekat.
Secara umum, penyebab utama rabun tua adalah proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, lensa mata akan semakin menebal dan kurang elastis. Namun, berikut alasan detail mengapa orang lanjut usia bisa mengalami rabun dekat, yaitu Hipermetropia kelengkungan, kondisi ini terjadi akibat penurunan kelengkungan pada serat lensa luar seiring dengan penuaan.
Indeks hipermetropia, kondisi yang disebabkan sklerosis yang didapat pada korteks (bagian luar) lensa kristal. Pada usia muda, pembiasan korteks lebih sedikit daripada inti (bagian tengah) lensa. Hasil ketidaksetaraan ini membuatnya mampu meningkatkan daya pembiasan lensa. Dengan bertambahnya usia, kemampuan ini berkurang dan lensa menjadi lebih homogen dengan daya pembiasannya berkurang.
Jika kamu beresiko tinggi terkena penyakit mata tertentu, seperti glaukoma, lakukan pemeriksaan mata setiap satu hingga dua tahun, mulai usia 40 tahun. Sementara itu, jika kamu tidak memakai kacamata atau lensa kontak, tidak memiliki gejala gangguan mata, dan beresiko rendah terkena penyakit mata, seperti glaukoma, lakukan pemeriksaan mata secara rutin setiap dua hingga empat tahun antara usia 40 dan 54 tahun, setiap satu hingga tiga tahun antara usia 55 dan 64 tahun, setiap satu hingga dua tahun dimulai pada usia 65.
Jika kamu memakai kacamata atau lensa kontak atau memiliki kondisi kesehatan yang memengaruhi mata, seperti diabetes, kamu mungkin perlu memeriksakan mata secara teratur. Sayangnya, kamu tidak dapat mencegah rabun dekat, tetapi kamu dapat membantu melindungi mata dan penglihatan diantaranya mengendalikan kondisi kesehatan kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi yang dapat memengaruhi penglihatan jika tidak ditangani. Lindungi mata dari sinar matahari. Kenakan kacamata hitam yang menghalangi radiasi ultraviolet (UV). Cegah cedera mata. Kenakan kacamata pelindung saat melakukan hal-hal tertentu, seperti berolahraga, memotong rumput, mengecat atau menggunakan produk lain dengan asap beracun.
Makan makanan sehat. Cobalah makan banyak sayuran berdaun hijau, sayuran dan buah-buahan lainnya. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa mata seseorang akan mendapat manfaat jika kamu juga memasukkan menu ikan yang tinggi asam lemak omega-3, seperti tuna dan salmon ke dalam makanan harian. Jangan merokok. Sama seperti merokok tidak baik untuk bagian tubuh lainnya, merokok juga dapat berdampak buruk pada kesehatan mata. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di halodoc.com hari Selasa 13 Agustus 2020 dengan judul Usia Pengaruhi Rabun Dekat, Ini Alasannya