Dilansir dari Medical Xpress, diketahui bahwa latihan olahraga visuospasial bisa membantu mengatasi masalah ini. Berdasar percobaan, penelitian yang dilakukan di University of Warwick ini bisa menurunkan risiko mabuk perjalanan hingga lebih dari 50 persen.
Partisipan penelitian ini mencoba alat bernama WMG 3xD simulator. Kondisi simulasi yang muncul ini serupa dengan ketika mereka menjadi penumpang kendaraan terutama kendaraan tanpa pengemudi.
Pada awalnya mereka mengalami kondisi mabuk kendaraan berdasar pengukuran tertentu. Setelah percobaan pertama ini, partisipan melakukan tugas latihan visuospasial sekali sehari selama dua minggu.
Setelah dua minggu terlalui, partisipan kembali melakukan percobaan awal dan diukur kembali kondisi mabuk kendaraan ini. Diketahui bahwa pada saat melakukan simulasi di kendaraan, mabuk perjalanan turun menjadi 51 persen sedangkan pada percobaan di jalanan, hal ini turun hingga 58 persen.
Dr. Joseph Smyth, dari WMG, University of Warwick, mengatakan bahwa hal ini sangat penting bagi masa depan. Terutama ketika semakin banyak orang yang akan naik kendaraan terutama yang tanpapengemudi.
Selama ini, mabuk perjalanan walau merupakan sebuah hal yang banyak dialami namun tidak banyak penelitian yang membahas dampaknya. Hasil temuan ini dianggap sebagai sebuah hal yang penting dan akan dikembangkan lebih lanjut.
"Sangat mungkin bahwa metode ini bisa digunakan dalam hal lain seperti mabuk laut pada staf pelayaran atau penumpang," terang dr. Smyth.
"Kami juga sangat tertarik untuk menerapkan temuan ini pada penggunaan di Virtual Reality," tandasnya.
Editor : Bambang Irawan
Berita ini sudah tayang di merdeka.com hari Kamis 17 September 2020 dengan judul : Otak Bisa Dilatih untuk Mencegah Terjadinya Mabuk Perjalanan