Dalam kegiatan ini hadir manajemen Bank Bukopin, Nipon Sari Roti, Intraco Penta dan Pipe Steel, akademisi, dan kalangan pengusaha.
“Kita pilih Uniba karena dia memiliki galeri investasi Bursa Efek Indonesia pertama di Kaltim. Dan ini acara pertama se-Kalimantan. Penerimaan dan antusiasme peserta cukup bagus,” ujarnya.
Public expose ini dilakukan secara marathon di 10 kota yakni Balikpapan, Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, dan Makasar.
Rencana pada Rabu ini, giliran perusahaan infrastruktur akan melakukan paparan bisnis di Uniba.
PT intraco Penta dalam paparannya, kemarin, membuka peluang pembiayaan dari investor untuk sektor pertambangan. Apalagi saat ini sudah mulai ada perkembangan positif di sektor tersebut.
Finance Director PT INtraco Penta tbk, Fred Limbong mengatakan momentum saat ini mendorong perbaikan kinerja di perusahaan. Dia mendorong perbankan maupun swasta bisa membuka keran kredit yang lebih besar. “Perbaikan sektor pertambangan ini kan baru-baru ini, penjualan alat berat juga naik. Tapi ada beberapa kendala yakni pendanaan perbankan masih kurang. Kami mash menunggu keran kredit dari perbankan,” katanya.
Menurutnya, sektor pertambangan membutuhkan kredit investasi untuk pengadaan alat berat. “Perbankan memang sudah buka kredit tapi sangat selektif sekali,” tukasnya.(din)
Dalam kegiatan ini hadir manajemen Bank Bukopin, Nipon Sari Roti, Intraco Penta dan Pipe Steel, akademisi, dan kalangan pengusaha.
“Kita pilih Uniba karena dia memiliki galeri investasi Bursa Efek Indonesia pertama di Kaltim. Dan ini acara pertama se-Kalimantan. Penerimaan dan antusiasme peserta cukup bagus,” ujarnya.
Public expose ini dilakukan secara marathon di 10 kota yakni Balikpapan, Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, dan Makasar.
Rencana pada Rabu ini, giliran perusahaan infrastruktur akan melakukan paparan bisnis di Uniba.
PT intraco Penta dalam paparannya, kemarin, membuka peluang pembiayaan dari investor untuk sektor pertambangan. Apalagi saat ini sudah mulai ada perkembangan positif di sektor tersebut.
Finance Director PT INtraco Penta tbk, Fred Limbong mengatakan momentum saat ini mendorong perbaikan kinerja di perusahaan. Dia mendorong perbankan maupun swasta bisa membuka keran kredit yang lebih besar. “Perbaikan sektor pertambangan ini kan baru-baru ini, penjualan alat berat juga naik. Tapi ada beberapa kendala yakni pendanaan perbankan masih kurang. Kami mash menunggu keran kredit dari perbankan,” katanya.
Menurutnya, sektor pertambangan membutuhkan kredit investasi untuk pengadaan alat berat. “Perbankan memang sudah buka kredit tapi sangat selektif sekali,” tukasnya.(din)