Ahmad Yani menyampaikan hal itu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke titik longsor Taman Musik bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, dan pejabat teknis terkait, Selasa (3/11/2026).
Menurut Ahmad Yani, kawasan tersebut memiliki arti penting bagi penataan kota karena berada di area yang mudah terlihat masyarakat maupun pengguna jalan. Karena itu, kerusakan yang terjadi perlu ditangani secara serius, bukan sekadar diperbaiki secara sementara.
“Ini salah satu wajah Kota Tenggarong yang menjadi perhatian masyarakat. Kami berharap segera ada langkah konkret agar kawasan ini kembali rapi, aman, dan memiliki konstruksi yang lebih kuat,” katanya.
Politikus PDIP ini meminta Dinas PU melakukan evaluasi terhadap struktur tanah dan konstruksi yang mengalami kerusakan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan apakah konstruksi lama masih layak dipertahankan atau perlu diganti dengan metode lain.
Ahmad Yani juga mendorong agar kajian teknis segera diselesaikan sehingga kebutuhan anggaran perbaikan dapat diperjuangkan untuk tahun 2027.
Ia menegaskan, penataan kawasan perkotaan harus disertai perencanaan yang matang dan memperhatikan kondisi lapangan. Dengan begitu, pembangunan tidak hanya menghasilkan tampilan yang baik, tetapi juga memiliki ketahanan dan manfaat jangka panjang.
“Kita mendukung penataan ulang kawasan ini. Yang terpenting, perbaikannya harus berdasarkan kajian yang benar, sehingga hasilnya bisa bertahan lama dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menyampaikan bahwa pekerjaan sebelumnya telah memenuhi ketentuan administrasi dan teknis, sementara masa pemeliharaan selama enam bulan telah terpenuhi. Penanganan kerusakan selanjutnya perlu dikoordinasikan berdasarkan kondisi aktual dan hasil evaluasi teknis. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Ahmad Yani menyampaikan hal itu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke titik longsor Taman Musik bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, dan pejabat teknis terkait, Selasa (3/11/2026).
Menurut Ahmad Yani, kawasan tersebut memiliki arti penting bagi penataan kota karena berada di area yang mudah terlihat masyarakat maupun pengguna jalan. Karena itu, kerusakan yang terjadi perlu ditangani secara serius, bukan sekadar diperbaiki secara sementara.
“Ini salah satu wajah Kota Tenggarong yang menjadi perhatian masyarakat. Kami berharap segera ada langkah konkret agar kawasan ini kembali rapi, aman, dan memiliki konstruksi yang lebih kuat,” katanya.
Politikus PDIP ini meminta Dinas PU melakukan evaluasi terhadap struktur tanah dan konstruksi yang mengalami kerusakan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan apakah konstruksi lama masih layak dipertahankan atau perlu diganti dengan metode lain.
Ahmad Yani juga mendorong agar kajian teknis segera diselesaikan sehingga kebutuhan anggaran perbaikan dapat diperjuangkan untuk tahun 2027.
Ia menegaskan, penataan kawasan perkotaan harus disertai perencanaan yang matang dan memperhatikan kondisi lapangan. Dengan begitu, pembangunan tidak hanya menghasilkan tampilan yang baik, tetapi juga memiliki ketahanan dan manfaat jangka panjang.
“Kita mendukung penataan ulang kawasan ini. Yang terpenting, perbaikannya harus berdasarkan kajian yang benar, sehingga hasilnya bisa bertahan lama dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menyampaikan bahwa pekerjaan sebelumnya telah memenuhi ketentuan administrasi dan teknis, sementara masa pemeliharaan selama enam bulan telah terpenuhi. Penanganan kerusakan selanjutnya perlu dikoordinasikan berdasarkan kondisi aktual dan hasil evaluasi teknis. (Adv)