Kejuaraan yang berlangsung di Venue Panjat Tebing Bukit Pelangi, Sangatta, tersebut diikuti peserta dari 11 provinsi di Indonesia. Kehadiran para atlet dan rombongan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Kutim memiliki potensi serta kesiapan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan kompetisi olahraga tingkat nasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan penunjukan Kutim sebagai tuan rumah merupakan kepercayaan yang harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan daerah sekaligus memperkuat pembinaan olahraga.
NCS 3 diselenggarakan di tiga lokasi, yakni Manado, Tangerang dan Kutim. Kesempatan tersebut menjadi ruang bagi daerah untuk menunjukkan kesiapan fasilitas serta dukungan terhadap perkembangan olahraga panjat tebing. Kepercayaan ini menjadi kesempatan bagi Kutim untuk menunjukkan daerah mampu menyelenggarakan kompetisi berskala nasional.
"Kami berharap kegiatan ini juga semakin mengenalkan Kutim kepada masyarakat luas melalui olahraga,” ujar Basuki.
Penyelenggaraan kejuaraan nasional tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi perekonomian masyarakat. Kedatangan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping dari berbagai provinsi turut meningkatkan kebutuhan terhadap akomodasi, konsumsi, transportasi, serta layanan penunjang lainnya.
Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk mendapatkan tambahan pendapatan selama kejuaraan berlangsung.
Basuki menilai, kegiatan olahraga berskala nasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila mampu melibatkan berbagai sektor usaha di daerah. Karena itu, penyelenggaraan kompetisi tidak semestinya hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga perlu menjadi bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
"Sekaligus menjadi momentum untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga yang dimiliki Kutim," pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin
Kejuaraan yang berlangsung di Venue Panjat Tebing Bukit Pelangi, Sangatta, tersebut diikuti peserta dari 11 provinsi di Indonesia. Kehadiran para atlet dan rombongan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Kutim memiliki potensi serta kesiapan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan kompetisi olahraga tingkat nasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan penunjukan Kutim sebagai tuan rumah merupakan kepercayaan yang harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan daerah sekaligus memperkuat pembinaan olahraga.
NCS 3 diselenggarakan di tiga lokasi, yakni Manado, Tangerang dan Kutim. Kesempatan tersebut menjadi ruang bagi daerah untuk menunjukkan kesiapan fasilitas serta dukungan terhadap perkembangan olahraga panjat tebing. Kepercayaan ini menjadi kesempatan bagi Kutim untuk menunjukkan daerah mampu menyelenggarakan kompetisi berskala nasional.
"Kami berharap kegiatan ini juga semakin mengenalkan Kutim kepada masyarakat luas melalui olahraga,” ujar Basuki.
Penyelenggaraan kejuaraan nasional tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi perekonomian masyarakat. Kedatangan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping dari berbagai provinsi turut meningkatkan kebutuhan terhadap akomodasi, konsumsi, transportasi, serta layanan penunjang lainnya.
Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk mendapatkan tambahan pendapatan selama kejuaraan berlangsung.
Basuki menilai, kegiatan olahraga berskala nasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila mampu melibatkan berbagai sektor usaha di daerah. Karena itu, penyelenggaraan kompetisi tidak semestinya hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga perlu menjadi bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
"Sekaligus menjadi momentum untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga yang dimiliki Kutim," pungkasnya. (adv)