“Secara teori makna sumpah adalah pernyataan, janji dan pembenaran. Oleh karena itu Sumpah Pemuda adalah pernyataan tentang satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia,” kata Saleh.
Selanjutnya politisi Golkar Asal Dapil Hulu ini menjelaskan janji untuk bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu serta pembenaran bahwa pemuda yang berasal dari berbagai pulau dan suku pada waktu itu menyatakan kesatuan tanah air, bangsa dan bahasa yaitu Indonesia. Konsekuensi dari sumpah adalah kewajiban untuk terus menjaga kesatuan tanah air, kesatuan bangsa dan kesatuan bahasa yaitu Indonesia.
“Dari sejarah sumpah pemuda, kita melihat peran besar para pemuda dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam merumuskan terciptanya kesatuan tanah air, bangsa dan Bahasa Indonesia,” jelasnya.
Saleh menegaskan jika mengacu dalam konteks sejarah, kalau seandainya para pemuda tidak bersumpah pada waktu itu, maka bisa dipastikan tidak ada yang namanya kesatuan tanah air, bangsa dan Bahasa Indonesia, maknanya bisa jadi tidak ada negara kesatuan Republik Indonesia. Pemuda itu bicara masa depan, sedangkan orang tua biasanya bicara masa lalu.
“Sehingga wajar kalau nasib sebuah bangsa sangat ditentukan oleh peran para pemuda. Indonesia sudah membuktikan peran pemuda tersebut. Melalui momentum Sumpah Pemuda, mari kita satukan kembali semangat satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia,” tegasnya.
“Kita tidak ingin tenun kebangsaan yang telah dirajut oleh para pemuda pada 28 oktober 1928 itu robek oleh kepentingan sesaat, robek oleh kepentingan asing. Indonesia akan terus satu, ada dan diakui sebagai tanah air, bangsa dan bahasa jikalau para pemudanya mampu menjaga komitmen dari makna sumpah pemuda itu sendiri,” imbuh Saleh. (adv/hei)
“Secara teori makna sumpah adalah pernyataan, janji dan pembenaran. Oleh karena itu Sumpah Pemuda adalah pernyataan tentang satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia,” kata Saleh.
Selanjutnya politisi Golkar Asal Dapil Hulu ini menjelaskan janji untuk bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu serta pembenaran bahwa pemuda yang berasal dari berbagai pulau dan suku pada waktu itu menyatakan kesatuan tanah air, bangsa dan bahasa yaitu Indonesia. Konsekuensi dari sumpah adalah kewajiban untuk terus menjaga kesatuan tanah air, kesatuan bangsa dan kesatuan bahasa yaitu Indonesia.
“Dari sejarah sumpah pemuda, kita melihat peran besar para pemuda dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam merumuskan terciptanya kesatuan tanah air, bangsa dan Bahasa Indonesia,” jelasnya.
Saleh menegaskan jika mengacu dalam konteks sejarah, kalau seandainya para pemuda tidak bersumpah pada waktu itu, maka bisa dipastikan tidak ada yang namanya kesatuan tanah air, bangsa dan Bahasa Indonesia, maknanya bisa jadi tidak ada negara kesatuan Republik Indonesia. Pemuda itu bicara masa depan, sedangkan orang tua biasanya bicara masa lalu.
“Sehingga wajar kalau nasib sebuah bangsa sangat ditentukan oleh peran para pemuda. Indonesia sudah membuktikan peran pemuda tersebut. Melalui momentum Sumpah Pemuda, mari kita satukan kembali semangat satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia,” tegasnya.
“Kita tidak ingin tenun kebangsaan yang telah dirajut oleh para pemuda pada 28 oktober 1928 itu robek oleh kepentingan sesaat, robek oleh kepentingan asing. Indonesia akan terus satu, ada dan diakui sebagai tanah air, bangsa dan bahasa jikalau para pemudanya mampu menjaga komitmen dari makna sumpah pemuda itu sendiri,” imbuh Saleh. (adv/hei)