Jumat, 17/02/2023
Jumat, 17/02/2023
Bek kiri Borneo FC Abdul Rachman, sempat menghentikan laga timnya menghadapi Persikabo 1973 saat mendengar suara azan Maghrib. (dokborneofc)
Jumat, 17/02/2023

Bek kiri Borneo FC Abdul Rachman, sempat menghentikan laga timnya menghadapi Persikabo 1973 saat mendengar suara azan Maghrib. (dokborneofc)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Berakhir sudah lima laga terakhir tanpa kemenangan Borneo FC. Pada pekan ke-25 Liga 1 putaran kedua menjamu Persikabo 1973 di Stadion Segiri Samarinda Kamis (16/2/2023) petang kemarin, Pesut Etam mengalahkan Laskar Padjajaran 3-1.
Tiga tendangan membentur tiang dan mistar gawang dan tiga penalty mewarnai lag aini, dimana tiga gol kemenangan Borneo FC dicetak Stefano Lilipaly menit via penalti, Adam Alis menit 46 dan Matheus Pato menit 82 juga dari eksekusi 12 pas sementara gol tim tamu dicetak Silvio Rodrigues Pereira Junior menit 23 lewat titik putih.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor Borneo FC yang belum terkalahkan selama melakoni laga kandang di Stadion Segiri. Sebaliknya, kekalahan yang dialami Persikabo memperpanjang rekor buruk selama 13 laga secara beruntun.
Borneo FC mengemas 40 poin dari tambahan tiga angka, berada di posisi kelima klasemen, namun posisi mereka rawan tergusur oleh Bali United dan Persebaya yang sama-sama mengemas 37 poin dan baru memainkan 23 dan 22 laga. Sementara Persikabo 1973 satu strip di atas zona merah, posisi 15 dengan 25 poin dari 24 pertandingan.
“Kami senang bisa mencetak gol dan pemain depan bisa memanfaatkan peluang setelah dalam beberapa pertandingan sebelumnya gagal,” ujar Andre Gaspar, pelatih Borneo FC usai laga.
Pemain berhasil mengembalikan rasa percaya diri dari kemenangan ini. “Yang terpenting saat ini adalah bisa mencetak tiga gol, kepercayaan diri pemain kembali dan kami akan menantikan laga selanjutnya," ungkapnya.
Pertandingan berikutnya Borneo FC akan menghadapi Persita Tangerang hari Senin (20/2/2023) sore dan lima hari kemudian menjamu Bhayangkara FC di Stadion Segiri.
Laga ini sendiri sempat dihentikan sejenak di babak pertama menit 29 karena kumandang suara azan Maghrib dimana saat itu bek Borneo FC Abdul Rachman akan melakukan lemparan ke dalam. Abdul Rachman berinisiatif menghentikan laga sejenak dengan gestur tubuh setelah mendengar suara azan yang diiyakan oleh wasit Iwan Sukoco.
Terkait waktu pertandingan yang digelar pukul 18.00 WITA atau jam enam sore ini, Ketua Asosiasi Suporter (AS) Kalimantan Timur yang juga Pembina Pusamania Samarinda Tommy Ermanto Pasemah menegaskan kalau jadwal tersebut diluar kelaziman di Samarinda.
Tommy bahkan menyebut jam pertandingan tidak familiar dan tidak manusiawi karena berlangsung hanya beberapa menit jelang azan Maghrib.
“Ini pertama kali dalam sejarah sepakbola di Samarinda, kick off digelar jelang azan Maghrib. Pertandingan jam enam sore, itu sekitar 20 menit jelang azan Maghrib, betul-betul jadwal yang tidak familiar dan tidak manusiawi,” tegas Tommy.
Dengan jam pertandingan seperti itu, Tommy melihat masyarakat terutama yang beragama Islam yang akan menonton dipersulit untuk menonton bola begitu juga sebalikpanya, dipersulit untuk salat.
“Yang mau nonton dipersulit salatnya, yang mau salat dipersulit mau nontonnya. Kalau dulu kick off itu jam empat sore setelah salat Ashar mau Maghrib selesai atau setelah Maghrib sekalian karena salat Isya jaraknya cukup lama, jadi tidak menabrak jadwal ibadah umat Islam,” tegas Tommy.
Tommy meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga aparat kepolisian lebih sensitive terhadap hal ini. “Ini harus jadi perhatian PT LIB dan kepolisian, jangan sampai terulang jadwal kick off seperti ini,” ucap Tommy.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 17/02/2023
Bek kiri Borneo FC Abdul Rachman, sempat menghentikan laga timnya menghadapi Persikabo 1973 saat mendengar suara azan Maghrib. (dokborneofc)
TERPOPULER