Selasa, 07/07/2026
Selasa, 07/07/2026
Jabat tangan antara Plt Dispora Kaltim, Disporapar Kota Samarinda dan Manager Borneo FC di Ruang Pertemuan Kantor KONI Kaltim, Selasa (7/7/2026). (Rafik/Korankaltim.com)
Selasa, 07/07/2026

Jabat tangan antara Plt Dispora Kaltim, Disporapar Kota Samarinda dan Manager Borneo FC di Ruang Pertemuan Kantor KONI Kaltim, Selasa (7/7/2026). (Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Polemik rencana pemindahan lampu Stadion Palaran ke Stadion Segiri yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Pemprov menegaskan hingga kini belum ada keputusan untuk mengeksekusi rencana tersebut, meski kajian teknis telah rampung dilakukan.
Dalam pertemuan yang melibatkan manajemen Borneo FC, Disporapar Kota Samarinda, serta sejumlah pihak terkait di Ruang Pertemuan Kantor KONI Kaltim, Selasa (7/7/2026) juga bertujuan untuk meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat sekaligus menyamakan pemahaman mengenai rencana pemindahan lampu tersebut.
“Pertemuan hari ini salah satunya untuk meluruskan bahwa perbedaan yang muncul lebih karena ada salah persepsi. Ini bukan semata-mata keinginan Borneo FC, tetapi kebutuhan masyarakat Kaltim agar Stadion Segiri memenuhi standar yang diprasyaratkan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading.
Ia menjelaskan, hasil inspeksi AFC, AFF, dan PSSI menunjukkan salah satu kekurangan utama Stadion Segiri berada pada aspek pencahayaan. Karena itu, muncul opsi memanfaatkan lampu yang selama ini terpasang di Stadion Palaran agar kebutuhan tersebut dapat segera dipenuhi.
Menurut Rasman, Gubernur Kaltim memberikan respons positif terhadap kebutuhan peningkatan fasilitas Stadion Segiri. Bahkan, gubernur dinilai memahami harapan masyarakat dan pendukung Borneo FC agar stadion tersebut dapat memenuhi standar pertandingan nasional maupun internasional.
“Keinginan Pak Gubernur luar biasa dalam merespons harapan publik dan pendukung Borneo FC agar lampu di Stadion Segiri bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Beliau sebenarnya sudah mengetahui hasil kajian ini, tinggal menunggu arahan untuk pelaksanaannya,” ujarnya.
Meski demikian, Rasman menegaskan rencana pemindahan lampu bukan keputusan yang diambil tanpa perhitungan. Pemerintah telah melakukan simulasi teknis bersama Dinas PUPR, tim ahli, dan tim teknis PSSI untuk menghitung kebutuhan pencahayaan, kekuatan konstruksi, hingga skema pemasangan.
Hasil simulasi menunjukkan seluruh lampu dari Stadion Palaran jika dipindahkan ke Stadion Segiri hanya mampu menghasilkan pencahayaan sekitar 1.667 lux. Angka tersebut masih berada di bawah kebutuhan ideal sekitar 1.800 lux sehingga tetap diperlukan penambahan sejumlah lampu agar memenuhi standar pertandingan.
“Hasil kajian itu sudah ada. Tinggal kami sampaikan secara resmi kepada Pak Gubernur sebagai dasar pengambilan keputusan. Setelah ada arahan, baru ditentukan langkah berikutnya,” jelasnya.
Rasman memastikan secara teknis tidak ada kendala berarti dalam proses pemindahan. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan skema percepatan dengan melakukan pembongkaran lampu di Stadion Palaran dan persiapan pemasangan di Stadion Segiri secara bersamaan agar waktu pengerjaan lebih efisien.
“Seluruh proses nantinya juga akan mendapat pengawasan dari tim teknis PSSI,” ungkapnya.
Ia mengakui, polemik yang sempat berkembang menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Kadang-kadang apa yang kita sampaikan bisa dipersepsikan berbeda. Justru dari situ kami semakin memahami persoalan teknisnya. Semua keputusan yang diambil didasarkan pada hasil kajian, bukan asumsi,” tuturnya.
Rasman berharap proses tersebut segera mendapat arahan gubernur mengingat kebutuhan peningkatan pencahayaan cukup mendesak menjelang bergulirnya kompetisi.
Ia menegaskan peningkatan fasilitas Stadion Segiri bukan hanya untuk kepentingan Borneo FC, tetapi juga membuka peluang stadion kebanggaan Samarinda itu digunakan untuk agenda sepak bola nasional hingga internasional, termasuk sebagai lokasi pemusatan latihan Timnas Indonesia.
Editor: Erwin
Selasa, 07/07/2026
Jabat tangan antara Plt Dispora Kaltim, Disporapar Kota Samarinda dan Manager Borneo FC di Ruang Pertemuan Kantor KONI Kaltim, Selasa (7/7/2026). (Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER