Selasa, 07/07/2026
Selasa, 07/07/2026
Puluhan anak dari panti asuhan saat menonton salah satu film yang diadakan oleh Lion Club (Adnan Abdul/Korankaltim.com)
Selasa, 07/07/2026

Puluhan anak dari panti asuhan saat menonton salah satu film yang diadakan oleh Lion Club (Adnan Abdul/Korankaltim.com)
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Puluhan anak dari sejumlah panti asuhan di Kota Samarinda mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film Jangan Buang Ibu yang diinisiasi Lion Club Indonesia, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi untuk menanamkan nilai kasih sayang dalam keluarga, khususnya hubungan antara anak dan orang tua.
Melalui film yang mengangkat kisah emosional tentang pengorbanan seorang ibu, para peserta diajak memahami arti cinta tanpa syarat, keikhlasan, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga.
Anggota Lion Club Fithresia Marcelina menjelaskan, pemilihan film tersebut dilakukan karena memiliki pesan moral yang kuat dan relevan bagi berbagai kalangan, baik anak-anak maupun orang tua.
“Kami mengajak anak-anak menonton bersama supaya mereka mendapatkan pesan moral dari film ini. Bukan hanya anak-anak, ibu-ibu yang menonton juga bisa mendapatkan edukasi,” ujar Fithresia usai kegiatan.
Ia menilai, salah satu nilai penting yang ingin disampaikan melalui film tersebut adalah tentang keikhlasan orang tua dalam melepas anak ketika telah tumbuh dewasa dan membangun kehidupannya sendiri.
“Pada saatnya nanti kita harus merelakan anak-anak memiliki kehidupannya sendiri. Kita tidak bisa memaksakan mereka untuk terus bersama kita atau selalu berada di dekat orang tuanya,” katanya.
Menurut Fithresia, Lion Club selama ini dikenal sebagai organisasi sosial yang aktif menjalankan berbagai program kemanusiaan. Kegiatan yang dilakukan mencakup bakti sosial, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan perempuan, hingga berbagai aksi amal yang menyasar masyarakat luas.
Dalam kegiatan kali ini, anak-anak panti asuhan dipilih sebagai peserta karena dinilai memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Melalui film tersebut, mereka diharapkan mampu melihat persoalan keluarga dari sudut pandang yang lebih luas dan tidak menyimpan kebencian terhadap orang tua.
“Kami berharap mereka bisa memahami bahwa setiap orang tua memiliki alasan dalam setiap keputusan hidupnya. Jangan sampai mereka merasa dibuang atau membenci orang tuanya. Semoga mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan nobar tersebut merupakan bagian dari program sosial Lion Club Indonesia yang diprakarsai dari Jakarta. Samarinda dipilih sebagai lokasi pelaksanaan sebagai bentuk komitmen organisasi untuk menghadirkan kegiatan sosial hingga ke daerah.
“Kami ingin berbagi juga dengan daerah. Jangan hanya fokus di kota besar. Teman-teman di Samarinda juga membantu mengoordinasikan kegiatan ini sehingga bisa menghadirkan anak-anak panti asuhan,” ungkapnya.
Fithresia menyebut Lion Club Indonesia telah aktif sejak 2016 dan secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial setiap tahunnya. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut juga akan berkolaborasi dengan Senayan City menggelar rangkaian kegiatan bertema kemerdekaan yang memadukan seni, budaya, pemberdayaan UMKM, serta aksi sosial.
Sementara itu, salah seorang peserta nobar Nina mengaku, tersentuh dengan cerita yang disajikan dalam film. Menurutnya, kisah tersebut menjadi pengingat agar setiap anak lebih menghargai kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu.
“Filmnya bagus dan memberikan edukasi untuk semua anak di Indonesia supaya lebih sayang sama ibunya,” ujarnya.
Sepulang dari kegiatan itu, Nina bertekad menjadi anak yang lebih berbakti kepada orang tuanya.
“Saya ingin lebih sayang sama ibu, tidak membantah lagi. Pelajaran yang saya dapat, bagaimanapun keadaan kita, ibu harus tetap dijaga dan disayangi,” tutupnya.
Editor: Erwin
Selasa, 07/07/2026
Puluhan anak dari panti asuhan saat menonton salah satu film yang diadakan oleh Lion Club (Adnan Abdul/Korankaltim.com)
TERPOPULER