Projo, lanjut Sulton, menggunakan metode exit poll yakni setiap pemilih yang usai mencoblos di TPS langsung ditanyai pilihannya. "Jadi sisa1 persen itu adalah pemilih yang tak mau mengungkapkan pilihannya," ujar Sulton.
Dirinya menjelaskan perolehan suara untuk petahana mengalami penuruan ketimbang Pilpres 2014 yang meraih 62 persen. Ketika itu Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla yang kini menjadi Wakil Presiden.
"Hampir rata-rata warga Balikpapan ini suku Bugis atau berasal dari Sulawesi. Itu jadi faktor dan sekarang mungkin ada juga yang mendukung pasangan 02," jelasnya.
Faktor berikutnya dalam analisa Projo adalah sosok KH Ma'ruf Amin yang sangat familiar dan didukung kalangan pesantren, tetapi cukup juga warga pesantren seperti santri yang tak memiliki hak pilih.
"Faktor ketiga adalah pengaruh dari Isran Noor - Hadi Mulyadi yang kini menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim. Mengingat, kedua pasangan itu pada Pilgub 2018 lalu diusung dari partai oposisi yakni Gerindra dan PKS," pungkasnya.
Untuk diketahui, metode exit poll yang digunakan Projo melibatkan 20 orang yang disebar ke enam kecamatan. Dimana satu orang relawan juga membawahi 5 TPS.
Penulis / Editor : Hendra