Pemilih Kaltim Masih Terima Politik Uang
1 menit baca484 kali dibaca

SAMARINDA - Hasil penelitian sikap pemilih pada Pilgub Kaltim 27 Juni 2018 mengungkap perilaku yang tak berubah. Pemilih di Kaltim cenderung masih menerima adanya politik uang. Parahnya lagi, politik uang justru bisa mengubah pilihan mereka tergantung seberapa besar yang bisa diterima.
“Kalau boleh saya katakan, pemilih di Kaltim masih pragmatis,” kata Fadly, Peneliti dari Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, kemarin di Samarinda.










